16 Maret 2019
Berangkat dari Semarang, masuk pintu tol Manyaran 06:20 - Saldo e-toll sekitar 470,000
Via tol Semarang - Solo - Sragen - Ngawi - Nganjuk - Madiun - Mojokerto - keluar Waru Surabaya jam 10.00 (1x istirahat di Rest Area Sragen kurleb 30 menit)
Kecepatan 100-140 km/jam (harusnya kurang dari itu ya, hehe)
Bahan bakar : sekitar 250,000 selama perjalanan, menggunakan mobil Avanza
Saldo e-toll sisa sekitar 190,000
Rest area :
- Semarang ke arah Ungaran/ Bawen
- Sragen (ada banyak, beberapa masih dibangun)
Kesimpulan :
Biaya tol : 280,000 (kalau ga salah, harga sudah termasuk diskon 15%)
Bahan bakar : 250,000/ 7,650 = 33 Liter
Waktu : +-3 jam 10 menit
Jadi jika mau masuk tol, usahakan saldo e-toll mencukupi, perut kenyang, kondisi mobil prima, dan bahan bakar full/ cukup.
Monday, March 18, 2019
Monday, March 4, 2019
Kucingku, Niko - Bagian 1
Beberapa tahun ini, aku jadi pecinta kucing. Tidak ada niat untuk punya hewan peliharaan, satupun. Ini bermula dari kucing putih yang sering mampir ke teras rumah, dan secara tidak sadar, kucingnya mempunyai anak. Anaknya hitam, kecil, dan nempel terus ke mama kucing.
Someday, anak kucing ditinggal oleh mama kucing. Ku coba kasi makan seadanya, pas aku nyemil tempe, ya kukasi tempe, eh dia suka. Keterusan ngasi makan, lama2 jadi hewan peliharaanku. Akhirnya kuberi nama Niko, terinspirasi dari Nicholas Saputra, dengan harapan nanti secakep Rangga di AADC :p

Btw pas dia udah agak besaran, emang ada kucing tetangga yang kadang mampir ke rumah, ngapelin Niko. Mungkin Niko terkiwir-kiwir sampe sempet pergi dari rumah beberapa minggu. Perginya sih ga jauh-jauh amat, ke kampung sebelah. Sempet aku jemput, sambil bawa snack makanannya, tetep gamau pulang :( sediihh banget, apa salahku sampe kamu gamau pulang Ko :(( pasrah deh, mau pulang ya monggo, ga pulang juga ngga apa2.
Sampe Pakde pas di rumah ngabarin si Niko udah melahirkan (Niko sering ke rumah Pakde yang notabene rumahnya di kampung sebelah). Ga lama setelah itu, Niko tiba-tiba pulang ke rumah, tanpa membawa anaknya (dasar mama kucing tidak bertanggung jawab). Niko pun jadi kucing peliharaanku lagi.
Dan seterusnya hingga Niko hamil lagi, sensitif sekali kalo perutnya disentuh pas hamil, jadi tambah galak. Proses dia melahirkan di kerdus indomie juga aku sempet liat. Luar biasa kalo hewan ya, mandiri kalo melahirkan. Dari kehamilannya kedua, anaknya ada 3, kemudian 1 mati dan akhirnya dimakan Niko sendiri.
Nikolas Saputri
Someday, anak kucing ditinggal oleh mama kucing. Ku coba kasi makan seadanya, pas aku nyemil tempe, ya kukasi tempe, eh dia suka. Keterusan ngasi makan, lama2 jadi hewan peliharaanku. Akhirnya kuberi nama Niko, terinspirasi dari Nicholas Saputra, dengan harapan nanti secakep Rangga di AADC :p
Ternyata aku asal saja kasi nama, tanpa tau jenis kelamin si Niko. Kukira cowo ternyata cewe, hahaha. Taunya pas sudah bunting.
Niko, cantik tapi galak
Niko ini kucing kampung berbulu hitam, perut dan keempat kakinya berwarna putih. Badannya kecil, aku jadi sempet khawatir kalo ketemu kucing2 lain, dia bisa survive atau ngga. Aku sayang banget sama Niko, matanya bulat, innocent, luluh aku kalo diliatnya. Niko ini juga berisik, suka gangguin orang lagi makan. Padahal juga ga semua makanan manusia cocok buat kucing. Makanan utama niko snack Felibite yang bentuknya ikan, pernah dikasi bentuknya donat, tapi kegedean buat Niko. Kadang ikan2 goreng sisa juga Niko mau. Aku ga pernah mandiin Niko, dia juga udah sering jilatin badannya. Niko ini susah sekali disentuh atau dipegang, galak, hati-hati digigit. Walaupun galak, Niko manja ke aku, hampir tiap aku pulang kantor langsung lari menghampiriku, meong2 minta makan, hahaha. Trus kalo aku lagi ngapain gitu, Niko ngampirin terus melingkarkan badan nempel2 ke aku. Atau pas duduk bersila, dia suka kupangku, sok-sok pura2 tidur, padahal ya ngga. Ada ajalah tingkahnya cari-cari perhatian.

Btw pas dia udah agak besaran, emang ada kucing tetangga yang kadang mampir ke rumah, ngapelin Niko. Mungkin Niko terkiwir-kiwir sampe sempet pergi dari rumah beberapa minggu. Perginya sih ga jauh-jauh amat, ke kampung sebelah. Sempet aku jemput, sambil bawa snack makanannya, tetep gamau pulang :( sediihh banget, apa salahku sampe kamu gamau pulang Ko :(( pasrah deh, mau pulang ya monggo, ga pulang juga ngga apa2.
Sampe Pakde pas di rumah ngabarin si Niko udah melahirkan (Niko sering ke rumah Pakde yang notabene rumahnya di kampung sebelah). Ga lama setelah itu, Niko tiba-tiba pulang ke rumah, tanpa membawa anaknya (dasar mama kucing tidak bertanggung jawab). Niko pun jadi kucing peliharaanku lagi.
Dan seterusnya hingga Niko hamil lagi, sensitif sekali kalo perutnya disentuh pas hamil, jadi tambah galak. Proses dia melahirkan di kerdus indomie juga aku sempet liat. Luar biasa kalo hewan ya, mandiri kalo melahirkan. Dari kehamilannya kedua, anaknya ada 3, kemudian 1 mati dan akhirnya dimakan Niko sendiri.
Persiapan kelahiran
Oh iya, pas Niko hamil, ada kucing cowo yang tiba-tiba ke rumah, dan lama kelamaan jadi hewan peliharaan juga, kukasi nama Gopar. Pas Niko sudah melahirkan, Gopar ini memburu anaknya terus. Aku sudah ga sanggup biar mereka ini rukun. Niko pun membawa anaknya entah kemana.
Niko & Gopar tidur bersama
Ketika Gopar caper ke Niko
Niko & Gopar makin lama seperti pasangan aja, kemana-mana berdua. Apalagi kalo Gopar keliatan selalu birahi, ngendus2 Niko terus. Niko kadang menolak kalo diendus gitu. Dan ada-ada aja kelakukan kucing, ga beda jauh sama manusia kalo lagi kasmaran, ecie... Dan tebak, sekarang Niko lagi hamil untuk ketiga kalinya, kemungkinan besar anaknya Gopar.
Monday, December 31, 2018
Resep Donat Kentang
Sejak bertambah satu anggota keluarga, yaitu adik ipar, yang hobinya suka masak, aku juga jadi termotivasi untuk memasak, haha, bantuin aja sih ya, sebenernya.
Yap, kami memutuskan untuk mencoba membuat donat kentang, yang semoga aja jadi bagus
Bahan :
- kentang 1 pc, agak besar, kupas, dikukus/ direbus sampai empuk, kemudian tumbuk halus
- tepung terigu (Cakra) 250 gr
- telur 1 butir
- fermipan, setengah sendok makan, campur dengan sedikit air hangat, biarkan 5-10 menit sampai agak berbuih
- ovalet, 1 sendok teh
- margarin, 1 sendok makan
- gula halus, secukupnya untuk taburan donat
- minyak, untuk menggoreng
Cara memasak :
- campur kentang yang sudah dihaluskan, tepung, telur, fermipan, ovalet, margarin, uleni hingga kalis
- diamkan adonan selama 45 hingga mengembang, kemudian dibentuk seperti donat
- goreng hingga matang
- taburi dengan gula halus secukupnya
- siap untuk disajikan
Resep ini menghasilkan 10-15 pc donat, tergantung besar kecilnya donat
Selamat mencoba :)
Resep ini menghasilkan 10-15 pc donat, tergantung besar kecilnya donat
Selamat mencoba :)
Wednesday, September 20, 2017
Memilih Investasi Reksa Dana
Sebelum mengenal reksa dana, selama ini pemasukan temen2 buat apa aja sih? Nah berikut proporsi alokasi ideal pemasukan :
- 10% : kebaikan, misal sedekah, zakat, amal, dll
- 20% : dana darurat, investasi, asuransi
- 30% : cicilan produktif, ingat ya, produktif, bukan konsumtif
- 40% : kebutuhan hidup
Nah, pertanyaannya sekarang adalah kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi?
Jawabannya adalah sejak dini. Iya, sejak dini. Mengingat earning years sekitar umur 22-60 tahun, maka sejak dini kita mengenal dan memulai investasi, akan lebih baik untuk masa depan kita.
Kalau mau investasi, dalam bentuk apa?
Berikut adalah perbandingan hasil investasi 2001-2016 dengan nominal satu juta rupiah.
1. Reksa dana saham : 15.13%
2. Reksa dana campuran : 12.5%
3. Emas : 10.08%
4. Reksa dana pendapatan tetap : 8.30%
5. Deposito : 7.70%
6. Properti : 6.71%
Investasi yang menguntungkan tentunya dengan rate melebihi inflasi. Jika inflasi sekitar 7.71%, maka bisa kita lihat investasi no. 1-4 adalah investasi yang lebih baik.
Mengapa reksa dana?
Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Karena reksa dana berisi kumpulan dari beberapa efek, maka berinvestasi dalam reksadana mempunyai keunggulan istimewa, yaitu diversifikasi sehinggan dapat menurunkan resiko investasi yang dihadapi nasabah.
Kelebihan lain dari berinvestasi dalam reksadana adalah kemudahan. Selain membantu nasabah dalam membuat keputusan investasi, manajer inverstasi juga melakukan penyelesaian transaksi dan pembukuan resiko, transaksi jual beli efek, dan kegiatan lainnya sebagaimana yang telah diatur oleh Bapepam dalam 10 fungsi yang harus dijalani oleh manajer investasi.
Apa saja jenis reksa dana?
1. Reksa dana saham
- Menempatkan minimal 80% dari keseluruhan investasi pada saham yang terdaftar.
- untuk jangka panjang
- high risk, high return
2. Reksa dana pendapatan tetap/ obligasi
- menempatkan minimal 80% dari keseluruhan investasi dalam efek yang bersifat hutang, baik yang diterbitkan pemerintah, agen pemerintah, maupun korporasi.
- untuk jangka menengah maupun jangka panjang
- memberikan imbal balik lebih tinggi daripada suku bunga di pasar uang
3. Reksa dana campuran
- menempatkan investasi dalam gabungan efek ekuitas, obligasi, surat berharga lainnya.
- pertumbuhan lebih tinggi daripada reksa dana obligasi, dengan volatilitas lebih rendah dari reksa dana saham.
4. Reksa dana pasar uang
- menempatkan investasi pada efek hutang jangka pendek seperti sertifikat, deposito, surat berharga komersial, dan SBI.
Reksa dana apa yang harus dipilih? Bagaimana memulainya?
Dalam berinvestasi, tetapkan TUJUAN terlebih dahulu. Kemudian pelajari produk reksa dana, bisa dilihat dari Prospektus dan Fund Fact Sheet. Selain itu, lihatlah kinerja dari masing-masing produk minimal 3 tahun terakhir. Untuk komparasi, juga bisa dilihat di bloomberg dengan memasukkan kode produk. Baru dipilih yang sesuai dengan keinginan. Ingat, semua investasi pasti ada resiko. Resiko yang terukur maupun tidak terukur ini juga perlu dipertimbangkan. Tujuan utama investasi bukan untuk jadi kaya dengan cepat, jadi juga perlu ditelateni demi mencapai apa yang kita inginkan di masa depan.
Dimana saya bisa membeli reksa dana?
Anda bisa membeli reksa dana di MI (manajer investasi) atau di bank-bank yang menjadi agen reksa dana.
Sunday, September 10, 2017
Tetralogi Dangdut - Putu Wijaya
Siapa yang tidak kenal Putu Wijaya. Beliau adalah seorang sastrawan yang serba bisa. Saya mengenal beliau lewat karyanya, yakni novel dan cerita bersambung di koran Suara Merdeka, lebih tepatnya dimulai sejak saya SMA.
Novel pertama yang saya baca judulnya Perang.
Cerita bersambung di koran SM yang saya baca (tidak selalu ikuti, tergantung Bapak beli koran atau tidak) judulnya Dangdut (kalau tidak salah).
Kali ini saya mau mengulas sedikit tentang Dangdut.
Gaya penulisan cerita Eyang Putu tidak sulit untuk diikuti oleh bocah SMA, seperti saya dulu. Bahasanya lugas, kosakatanya umum namun ketika dirangkai kadang perlu dibaca berulang kali untuk memahami makna sebenarnya.
Saya baru tahu kalau Dangdut ini adalah sebuah tetralogi (ya mana tahu kalau jadi cerita bersambung di koran). Tetralogi Dangdut terdiri dari empat buku :
1. Dangdut
2. Nora
3. Mala
4. Indonesia
Kisah berawal dari Mala, seorang redaktur media cetak yang pada saat kencing, "barangnya" tidak sengaja dilihat oleh Nora, tetangganya. Absurd bukan? Nah dari situlah, mereka diharuskan menikah oleh orang tua Nora, apalagi setelah kejadian itu Nora mengalami demam tinggi dan mengigau. Nora, yang menurut Mala adalah seorang wanita kampung/ dusun/ desa tidak berpendidikan dengan segala keanehannya, justru membuat Mala jatuh cinta. Kisah cinta mereka yang absurd akan menghiasi hingga buku keempat.
Tentunya tetralogi dangdut ini bukan hanya kisah cinta semata, namun konspirasi politik yang kental menarik untuk diikuti hingga akhir. Ketegangan dimulai sejak Mala menerima uang 400 miliar, dan di kemudian hari Midori, seorang artis porno, teman wanita Mala, ditemukan terbunuh dengan dipotong-potong di sebuah kamar hotel. Adam, seorang gay, teman Mala juga, turut memegang pion untuk konspirasi tesebut. Penangkapan Mala sebagai pembunuh Midori, menjadikan Nora harus menahan rindu dan bertahan hidup demi bertemu suaminya kembali.
Permainan kekuasaan dan harta digambarkan dapat mengubah siapapun menjadi kotor, lembek, mudah diatur. Cinta membuat orang melakukan tindakan irrasional baik sadar maupun tidak. Dalam cerita ini, pembaca tak hanya akan dibuat terkesima dengan jalan cerita, namun juga kadang dongkol (hah heh mulu saya). Sejak minggu kemarin buku ini saya terima, saya sudah sampai di buku keempat, Indonesia. Jujur saja, buku ini ditulis dengan cerdas, tidak mudah ditebak jadi akan banyak kejutan di dalamnya. Penasaran, kan?
Wednesday, August 30, 2017
Review Produk Greenfields Yogurt
Bulan ini Greenfields telah melaunching produk barunya, yaitu stirred yogurt. Yogurt ini merupakan salah satu produk Greenfields di samping produk lainnya, antara lain Pasteurised milk, UHT milk, whipping cream, dan keju (mozzarella, bocconcini, ricotta).
Greenfields dikenal sebagai produsen dairy product kualitas (dan harga) yang premium. Sebenernya saya sangat menanti UHT milk dalam kemasan yang lebih kecil yaitu 250 ml (dan harganya please jangan premium juga donk). Mungkin manajemen Greenfields melihat peluang yang lebih dari stirred yogurt ini.
Sebagai informasi, produk serupa yang sering saya jumpai di pasaran antara lain Elle &Vire (impor), Biokul dari Diamond, Activia (dulu sih populer, sekarang sudah discontinue). Kalau yang banyak dijumpai di pasaran itu drinking yogurt (lebih encer, langsung diminum) antara lain Cimory, Heavenly Blush, dan Biokul drinking yogurt.
Baru bulan ini launching, eh tadi saya ke Carrefour sudah nemu aja produknya.
Jadi ada beberapa varian yogurt, yaitu rasa original, rasa stroberi, rasa mangga, dan rasa blueberry yang terbagi jadi dua kemasan, yaitu 125 gr dan 500 gr. Kalau dari harga di atas ya, update Carrefour hari ini :
- Greenfields yogurt all varian 125 gr Rp13.900,-
- Greenfields yogurt all varian 500 gr Rp50.800,-
Untuk harga yang 125 gr, sedikit di atas atau hampir sama dengan Elle & Vire.
Karena habis lihat temen makan mangga, saya jadi beli yogurt rasa mangga aja.
Yogurt Greenfields tampak dari atas
Yogurt Greenfields dari samping depan
Dari segi kemasan, belum ada produk lokal yang sama kemasan serupa. Kesannya dinamis karena semakin ke bawah melengkung agak menyempit, apa cobaaaa.....asal tangan ga dalam keadaan licin aja sih. Kemasannya juga lumayan tebal, jadi jangan khawatir dengan kekuatannya ya, cuma ya itu jangan dibolak balik, nanti banyak yogurt yang nempel di alufoilnya.
Isi yogurt Greenfields rasa mangga
Teksturnya seperti layaknya stirred yogurt. Warnanya kuning seperti mangga, ya iyalah.... Ada seperti serat2 mangga. Ada surprise juga, yaitu potongan mangga agak besar, ya sekitar 3-5 mm kali yak :p Yakali kalo mau gede beli aja mangganya sekalian. Dalam kemasannya, Greenfields mengklaim bahwa produknya mengandung 7% buah mangga.
Potongan buah dalam yogurt Greenfiels rasa mangga
Yogurt rasa mangga ini rasanya mangga, hahaha, semakin ga jelas nih saya. Ini selera sih, saya ga bisa paksa taste kita semua sama, lidah aja beda, persepsi jadi beda donk ya. Menurut saya, yogurtnya Greenfields ini imbang antara flavour dan yogurt itu sendiri.
Elle & Vire akan menjadi saingan yang ideal dari segi harga dan taste untuk Greenfields. Biokul yang berani di harga yang lebih rendah, namun sudah lama di per-yogurt-an juga perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan strategi marketing Greenfields. Menarik bukan? :)
Informasi lainnya :
- sudah berlabel halal dari MUI
- sudah bernomor MD dari BPOM
- 150 kkal/125gr
- temperatur penyimpanan : 1-4C (sama dengan pasteurised milk serta cheese), jadi kalau belanja, pilih yang terakhir sebelum antre di kasir
- saran penyajian : dalam keadaan dingin dan ditambahkan dengan potongan buah mangga segar :D
Untuk yang penasaran dengan yogurt Greenfields, monggo bisa ke supermarket terdekat.
Friday, May 26, 2017
Semarang Wife Cake
Tepat hari ini soft lauchingnya Semarang Wife Cake punya Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie. Menambah deretan artis-artis yang membuka bisnis kue cake maupun pastry dengan tagline oleh-oleh khas daerah. Kebetulan Mbak Ditha, temen sekantor yang kekinian langsung cuss ke TKP buat nyobain kue ini karena lokasi juga emang deket kantor. Dan beginilah hasil jerih payah panas-panasan dan antre yang puanjang :))
Penampakan luar Semarang Wife Cake
Penampakan dari dalam
Dibanderol dengan harga Rp. 58.000,- untuk semua varian untuk ukuran 15x15 cm, kue ini langsung laris manis dibeli oleh masyarakat yang penasaran akan produk ini. Semarang Wife Cake sudah berlabel halal dan tersedia dalam beberapa varian, yaitu Lemon, Choconut, Green tea, Choco melt, dan Original Cheese.
Sayangnya expired date dan no. PIRT belum terisi pada kemasan. Pada saat membeli, mohon dipastikan ya untuk shelf life-nya. Alangkah lebih baik juga dilengkapi dengan informasi gizi pada kemasan sehingga bisa mengedukasi customer mengenai manfaat produk.
Bagaimana, Anda tertarik untuk mencobanya?
Monday, May 15, 2017
[Resep kue] Cara Membuat Kue Garpu
Hallo selamat pagii..
Kali ini saya akan membagikan resep kue garpu. It's the easiest cake I ever made.
Paling mudah membuat kue ini, cuma mesti telaten ada mencetaknya satu per satu. Dulu banget, pernah diajarin bikin kue ini, bahannya simpel koq banyak dijumpai di toko2/warung2 terdekat, ga pake mixer dan oven juga, tinggal goreng, mudah kan ya?
Sekarang karena lupa, saya browsing resep di internet, so I followed the guidance from it with some adjustment actually.
Budget : 20-25rb
Waktu memasak : 2-3 jam
Bahan :
- 500 gr tepung terigu
- 3-4 butir telur
- 3 sdm margarin, lelehkan
- 6 sdm gula pasir
- 1 sachet susu kental manis
- garam secukupnya
- minyak goreng secukupnya
Cara membuat :
1. Campurkan tepung terigu, telur, gula pasir, dan susu kental manis. Aduk hingga tercampur dengan rata.
2. Masukkan margarin yang telah dilelehkan ke dalam campuran. Uleni hingga kalis.
3. Ambil adonan dan bulatkan kecil-kecil, kemudian cetak menggunakan garpu. Bulatan adonan dipipihkan di punggung garpu, kemudian gulung.
4. Goreng kue yang telah dicetak ke dalam minyak yang telah dipanaskan.
Dari setengah kilo terigu ini, saya mendapatkan satu toples kue. Setelah digoreng bentuknya jadi agak gendut gitu sih, padahal pas dicetak langsing2, tapi soal rasa tetep terbaeq, hahaha. Rasa2 kue yang home made begini yang bikin kangen.
Jika menginginkan kue garpu yang gurih bisa mengurangi jumlah gula, dan menambahkan garam dan bawang agar diperoleh rasa gurih. Jika mengingkan kue garpu yang manis, tinggal ditambahkan gula pasirnya. Silakan membuat kreasi sesuai dengan keinginan sendiri.
Thursday, May 4, 2017
[tjurhat] Move on to
Sebenernya saya malu kalo disuru curhat di blog, karena terlalu drama, kadang aib sendiri ngapain dibuka2, ga suka ngeluh juga, hehe
Yuk ah, curhat aja preambule nya banyak-banyak.
After my dad died, my life has been changed significantly, resign, pindah kerjaan, pulang ke kota kelahiran and all those things happened in a year. It's quite different with my life before yang ada di zona nyaman.
Resign
Keputusan yang besar. Sudah beberapa tahun bekerja di Malang, merintis karir dari nol hingga sampe job position double2 dan akhirnya lulus juga.
Pindah kerjaan
Dari manufacture ke service, beda lah ya, jelas. Dari yang ini menjadi itu, ah sudalah, panjang jelasinnya. Yang jelas, kemampuan adaptasi dengan new environment ku benar2 harus dipake dan dikembangkan, karena maintain relationship gampang-gampang susah, apalagi buat aku yang introvert gini :p
Pulang ke kota kelahiran
Dari Malang ke Sidoarjo bermuara di Semarang.
Sidoarjo, dapat kos2an yang enak, alhamdulillah, seperti keluarga sendiri
Semarang, agak culture shock pindah eh pulang ke Semarang.
Pengalaman ya hampir 6 tahun di Malang, 3 bulan di Sidoarjo, selanjutnya di Semarang.
Sekarang masih struggle sama kerjaan sampai mencapai zona nyaman. Penuh perjuangan memang, but this too shall pass :)
Semangat!!!
Yuk ah, curhat aja preambule nya banyak-banyak.
After my dad died, my life has been changed significantly, resign, pindah kerjaan, pulang ke kota kelahiran and all those things happened in a year. It's quite different with my life before yang ada di zona nyaman.
Resign
Keputusan yang besar. Sudah beberapa tahun bekerja di Malang, merintis karir dari nol hingga sampe job position double2 dan akhirnya lulus juga.
Pindah kerjaan
Dari manufacture ke service, beda lah ya, jelas. Dari yang ini menjadi itu, ah sudalah, panjang jelasinnya. Yang jelas, kemampuan adaptasi dengan new environment ku benar2 harus dipake dan dikembangkan, karena maintain relationship gampang-gampang susah, apalagi buat aku yang introvert gini :p
Pulang ke kota kelahiran
Dari Malang ke Sidoarjo bermuara di Semarang.
Sidoarjo, dapat kos2an yang enak, alhamdulillah, seperti keluarga sendiri
Semarang, agak culture shock pindah eh pulang ke Semarang.
Pengalaman ya hampir 6 tahun di Malang, 3 bulan di Sidoarjo, selanjutnya di Semarang.
Sekarang masih struggle sama kerjaan sampai mencapai zona nyaman. Penuh perjuangan memang, but this too shall pass :)
Semangat!!!
Monday, March 6, 2017
Gold Cake Bernardi
Kali ini saya mau komen tentang kue Gold Cake produksi Bernardi, itu loo yang sosisnya wueenakkk (lebay dikit). Ga kalah dengan sosisnya, Gold Cake ini emang jempolan. Check it out!
Legenda
Dari kemasannya saja sudah eksklusif, apalagi rasanya :)
Gold Cake, Original Japanese Cake, salah satu masterpiece dari PT. Eloda Mitra, salah satu perusahaan pengolahan daging terbesar dengan brand yang paling populer di Indonesia, Bernardi. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pengolahan daging, PT. Eloda Mitra telah membangun portofolio brand makanan komersial, termasuk frozen dan chilled food, makanan kaleng, dan bumbu. Setelah penelitian dan pengembangan menyeluruh, perusahaan kemudian melebarkan sayapnya ke industri bakery beku di bawah nama merek Rious, dan menciptakan Gold Cake, kue beku fenomenal yang dikenal masyarakat Indonesia dengan tekstur yang halus dan kenyal serta rasanya yang enak.
Legenda
Pada abad ke-16, misionaris Portugis membawa kue ke Jepang dan memperkenalkan mereka kepada orang-orang lokal. Jepang kemudian dikembangkan kue itu, menambahkan rasa Jepang, dan menyebutnya Castella.
Sekarang, Castella dibuat kembali dengan menerapkan teknik memanggang baru dikombinasikan dengan teknologi modern, dan menamakannya Gold Cake, karena warna emas yang indah.
Gold Cake terbuat dari bahan-bahan pilihan dan berkualitas tinggi, menciptakan kue yang fluffy dan lembut yang bisa dinikmati kapan saja. Moist dan tekstur yang lembut membuat Gold Cake menjadi pendamping yang baik untuk minum teh.
Ada empat varian Gold Cake, yaitu Original, Pandan Kaya, Choco Cheese, Lemon Cheese, dan Light Cheese. Yang saya makan ini mungkin varian baru, maklum dikasi sama temen, variannya Double Chocolate. Rasanya,..uuumhhh..jangan tanya, the best cake ever deh!
Pada kemasannya, terdapat informasi komposisi, petunjuk penyajian, petunjuk penyimpanan, dan informasi nilai gizi. Yang harus diperhatikan adalah petunjuk penyimpanan, untuk tetap mempertahankan kualitas dan rasa cake. So far, Gold Cake highly recommended!
Sumber : www.goldcake.co.id
Monday, February 27, 2017
Browcyl, Brownies Pisang khas Makassar
Kali ini saya akan mengulas tentang Browcyl, Brownies Pisang dari Makassar. Menarik, karena saya belum pernah menjumpai brownies pisang selama ini, paling banter ya cuma cake pisang, hehe..
Pertama saya akan mereview kemasan atau packagingnya. Desain kemasan yang eye catching dengan dominan kuning dan hitam benar-benar mewakili produknya, yaitu perpaduan brownies dan pisang. Kemasannya juga informatif yaitu memuat : brand, contact service, alamat outlet resmi, saran penyimpanan, komposisi, informasi tentang manfaat buah pisang dan Fort Rotterdam, salah satu ikonik Makassar.
Browcyl - Brownies pisang khas Makassar adalah oleh-oleh brownies pisang terbaik untuk pasangan, saudara, keluarga, sahabat maupun kolega Anda. Setiap tahap pembuatan Browcyl melalui kontrol yang ketat untuk menjamin kualitas mutu hingga kenikmatannya tetap terjaga saat anda mencicipinya.
Komposisi : Buah Pisang pilihan, tepung terigu, gula pasir, minyak goreng, keju, coklat, dan bahan tambahan lainnya.
Ada dua outlet resmi Browcyl yaitu di Jl. A. Pettarani No. 9 dan Jl. Hertasning No. B5 Makassar.
Browcyl ini ada berbagai varian, yaitu original, unti kenari, unti fla coklat, unti keju, unti fla keju, unti coklat crispy, green tea, tiramisu, dan pandan.
Kedua, untuk rasanya, saya hanya mencoba unti fla coklat dan pandan. Manisnya pas, pisangnya enak, taburan kejunya juga banyak, ga bikin eneg, cocok untuk cemilan ditemani minuman hangat sore hari. Sayangnya, pisangnya sedikit, menurut saya, kurang banyak, hehe. Nanti kalau sempat ke Makassar, saya pingin mencoba varian lainnya.
Thursday, February 16, 2017
Trip to Ijen Crater
Last week, my office mate planned a trip to Ijen
Crater. This trip was one of outstanding since I was in Malang. Last time I
cancelled because the mount still in siaga/ waspada status.
We headed to Catimor Homestay to cleaned up our body and got some rest. Catimor Homestay located in Kebun Blawan – PTP Nusantara XII, Jalan Pemandian Air Panas, Kalianyar, Sempol Kabupaten Bondowoso. Here some information about Catimor Homestay :
I imagined that the trip similar with Bromo
mount, so I didn’t prepare that much. The day before we went, I just prepared
the clothes and shoes, and of course some medicine and food for the trip.
From Surabaya, we went after Maghrib pray,
about 6:30 PM. We consist of 8 person, separated in two cars, black panther and
brio. My friend, mba Dinda & I joined with Nanda and his wife, Clara, in
black panther. Mba Wina and her husband, Mr. Mufti joined with Mr. Danang and
his wife, Mba Yuli in Brio. We stopped in some rest area, first, Rest Area in Surabaya
Highway, second in Tongas Asri restaurant in Probolinggo, and rest area in
Paiton. At 12 PM we all merged in a car,
black panther, and the brio parked in Nanda grandfather’s house in Bondowoso. After
pass Sempolan, we met 4 security posts which in the first post we had to fill
the guest book. We arrived in Ijen Crater 2:30 AM, a little bit delayed because
of the thick mist we had to careful of during the trip. After parking, we
bought the entry and park ticket, for entry ticket IDR 5000 /person, car park
ticket IDR 5000/car. Before climbing, it’s recommended to wear masker, gloves,
shoes, jacket, and water.
According to the information board, the
distance Ijen Crater from the car park is 3 km. I thought that 3 km was not
that far. We started the climbing at 3 AM. The track was good, made of sand and
little stone. The beginning of the track was flat, the slope not really big
that we could pass it easily. Then the track was getting up. One of our member,
Mba Wina felt exhausted. She hardly breathe and felt so tired after walked not
more than 10 steps. She vomited once. I felt that too, I couldn’t vomit, I
thought I could die there :( I regret that I didn’t prepare with exercises
before.
We arrived the canteen about 4:30 AM. It’s
about 2 km from the start. Mba Wina took a rest before continued the track. I
ate my chocolate bar and drink some water to fill my energy. Some ate pop mie
and drank hot tea or coffee. We continued the track and saw the sunrise during
the climbing. In other word, we failed to see the Blue Fire, hahaha.
Forest after fire
We could see the beautiful scenery after
sunrise. We could see the forest after fire. We could see the other mounts
surrounding the Ijen Crater.
Finally, we arrived in Ijen Crater at 6 AM.
Yesss!!!! Need 3 hours for climbing, oh my dear, hahaha
Unfortunately, the mist and sulphur fumes
sometime appeared so we couldn’t take the best photo :( We sat on the edge with the other
climbers. We could see some sulphur miners carry the sulphur stones on the
bucket on the shoulder. We decided to went down at 7 AM because the mist
getting thicker and the sulphur fumes getting much that made my eyes watery. I
was kinda optimist person to think that went down much easier that went up. Oh,
man, I was wrong, hahaha. My knees, oh my knees. You wanted to stop but it was
really hard to stop getting down. I slipped once :(
Our motivations to go faster are the toilet and
our breakfast menu, Indomie goreng + egg, hahaha. We reached the kitchen to get
our favourite menu at 8:30 AM. With hot tea, it heavenly tasted, really :D
We headed to Catimor Homestay to cleaned up our body and got some rest. Catimor Homestay located in Kebun Blawan – PTP Nusantara XII, Jalan Pemandian Air Panas, Kalianyar, Sempol Kabupaten Bondowoso. Here some information about Catimor Homestay :
Office : 085231577847 (on the bill, there are
some numbers : 081336462878, 085231577847)
Titik S : 085233297453 / Indah S :
0852332628342
Email : blawan@ptpn12.com
The homestay were old building in coffee plantation,
surrounding the employee’s housing. There was Wifi spot in the homestay (thanks
God, because there’s no any signal, but Telkomsel, but it’s weak signal too).
After checked in, we went to hot spring bathing place, pemandian air panas in bahasa
near the homestay. It helped us to release some pain during climbing, hahaha.
The entry ticket only IDR 2000 / person. You can order food and drink too.
There were 3 small pools and some separated rooms to bath with hot water. At 1
PM we got back to the homestay, had lunch then slept. Around 4 PM we checked
out and paid the bill. Normally, we had to pay IDR 300.000/night/room (room
capacity 3-4 people, we ordered 2 rooms). It was cheap, wasn’t it? :) Even we got some food (bread and
boiled egg) from the homestay.
We reached Bondowoso 6:30 PM. Nanda’s
grandmother and grandfather were so nice to us. They even prepared dinner and
room, they thought that we would stay a night there. We had dinner, enjoyed
delicious food, yummy, then took the Brio and went home. I arrived my home at
00:30 AM.
Tuesday, January 31, 2017
Holla 2017!
Hello 2017!
I think it's too late to say hello 2017, because it's already February, hehe
I hope for this year to be great because so many significant changes and challenges ahead :)
What will I post during this year?
Book review
Life story
Food.
Standards.
Wait...standards???? Yes, absolutely.
I'm so exciting for this year. Keep spirit! :)
I think it's too late to say hello 2017, because it's already February, hehe
I hope for this year to be great because so many significant changes and challenges ahead :)
What will I post during this year?
Book review
Life story
Food.
Standards.
Wait...standards???? Yes, absolutely.
I'm so exciting for this year. Keep spirit! :)
Saturday, December 3, 2016
[Story] Cium Tangan
Saya baru menyadari bahwa ada salah satu
gesture tubuh yang bisa memberikan sensasi tertentu, sebagai contoh cium
tangan. Di Indonesia, tepatnya di Jawa, cium tangan atau salim merupakan salah
satu kebiasaan yang dilakukan apabila akan berpamitan. Cium tangan ini juga
merupakan tanda hormat, patuh kepada yang dicium tangannya.
Saya tumbuh di keluarga yang tidak njawani,
apalagi islami. Kebiasaan cium tangan ini akan saya lakukan hanya apabila akan
pergi jauh dan lama. Selain itu, berpamitan kadang dilakukan lewat lisan atau
bahkan tidak dilakukan apalagi kalau hanya ke warung sebelah, hehe.
---------
Siang ini, Rafly menanyakan jam sambil membuka
pintu kamar saya.
“Jam berapa Te?”
“Jam satu.”
“Jam satu pas?”
Jam menunjukkan 12:55. Saya berkata,”Iya, jam
satu pas.”
Dia menutup lagi pintu kamar saya. Saya kembali
membaca novel detektif yang tinggal sedikit. Ini adalah novel kedua Agatha
Christie yang saya baca. Pertama Miss Maple, kedua ini Hercule Poirot. Agatha
Christie ini agaknya memang pintar membikin cerita. Novelnya hampir selesai pun
saya belum bisa menebak siapa pembunuhnya.
Rafly menanyakan jam lagi. Kali ini dia tidak
berpakaian singlet dan celana dalam lagi, melainkan sudah rapi dengan baju koko
dan pecinya.
“Jam berapa Te?”
“Jam dua.”
“Jam dua pas?”
Jam menunjukkan 13:55. Saya berkata, “Iya, kenapa?”
“Tolong anterin ke tempat ngaji Te.”
Hujan masih deras di luar sana. Saya agak
enggan mengantar hujan-hujan begini.
“Mbak kemana?”
“Ngga tau, ke rumah temen. Ada jas ujan Te.”
“Pake jas ujan Tante aja. Sebentar ada di jok
sepeda motor.”
Lalu saya bergegas memakai jaket dan jas hujan
kemudian mengeluarkan sepeda motor ke teras rumah. Rafly sudah langsung naik
ketika saya menstarter sepeda motor.
“Pi, pintunya tutup dulu. Kan rumah sepi ngga
ada orang.”
“Ngga usah Te, nanti telat.”
“Tutup dulu.”
Rafly turun lagi kemudian menutup pintu rumah.
Kemudian dia segera naik dan menutupi kepalanya dengan jas hujan yang saya
pakai. Terasa tangan kecilnya memegang erat pinggang saya agar tidak jatuh.
Sudah lama saya tidak membocengkan anak kecil. Rasanya aneh, namun
menyenangkan. Mungkin sense of mothering saya keluar :p
Jarak rumah dengan tempat ngaji tidaklah jauh,
sekitar satu kilometer. Tapi karena harus ditempuh dengan menyebrang jalan
besar dan ramai, saya rasa lebih aman mengantarkan dengan sepeda motor. Di
perjalanan kami menjumpai beberapa orang tua berjalan kaki mengantarkan anaknya
mengaji dengan memakai payung. Banyak orang berjualan jajan di depan tempat
ngaji Rafly. Hujan deras begini mereka saja masih semangat berjualan, pikir
saya.
Saya mengantarkan sampai pintu gerbang. Kemudian Rafly turun dari sepeda
motor. Saya ancang-ancang untuk mundur, tapi Rafly masih berdiri di samping
saya.
“Te..”
Saya menoleh.
Rafly menjulurkan tangannya untuk salim ke
saya. Saya menyambutnya. Ketika tangan kanan saya bersalaman dengan tangan
kecilnya itu saya merasakan sensasi itu lagi. Tenang, mendamaikan, sungguh
memancing rasa keibuan saya. Terselip doa dalam hati, belajarlah yang rajin
nak, semoga ilmu yang kamu dapatkan bisa membawamu kepada keberkahan hidup.
Saya rela kalau besok diminta mengantar jemput kamu lagi Dek, demi masa
depanmu.
Subscribe to:
Posts (Atom)














































