Saturday, October 26, 2013

[Share] Wedang Jahe untuk Mengurangi Batuk

Peralihan musim kemarau ke musim hujan kadang sangat berdampak pada tubuh manusia. Penyakit seperti flu dan batuk menjadi sering dijumpai pada saat ini. Tak memungkiri Anda pun bisa terkena penyakit tersebut, tak terkecuali saya. 

Awalnya badan demam, kemudian tenggorokan terasa gatal, kalau tidak batuk tenggorokan rasanya masih ada yang ngganjel gitu. Sayangnya, saya bukan tipe yang sakit langsung ke dokter atau minum obat. Lebih baik menjaga pola makan dan mencoba pengobatan tradisional. Entah kenapa saat itu kepingin banget minum wedang jahe hangat. Padahal sebelumnya saya ngga doyan sama yang namanya wedang jahe, pedesnya aneh. Permen jahe pun saya juga tidak terlalu suka. 

taken from Google
Akhirnya saya hunting wedang jahe di Kepanjen, eh ternyata warung kopi depan kos ternyata jual. Dengan 2500 perak saya beli wedang jahe. Cukup aneh wedang jahe di sini, karena setelah dikeprek, jahenya masih ditinggal di dalam gelas. Kalau di Semarang kan, wedang jahe ya udah bening gitu. Jahenya ditinggal di dalam teko. Ya mungkin karena pembuatan jahe yang per batch gelas beda sama per batch teko, hihihi..Jahe sendiri mengandung zat anti bakteri yang baik, bisa menghangatkan badan, dan mengobati batuk. Alhamdulillah, 2x minum wedang jahe, batuk berkurang, dan tiga hari setelahnya badan sudah kembali bugar. Alhamdulillah saya ngga perlu ke dokter atau minum obat yang pahit. Saya juga akhirnya menyukai rasa pedas dari jahe, unik. :)

Tapi inget, kalau batuk ngga sembuh2, langsung dibawa ke dokter aja. Minum jahe ini bukan penyembuhan mutlak untuk sakit batuk, hanya membantu meredakan batuk, syukur2 bisa sampai sembuh. 

Friday, October 25, 2013

Kerja Sama dengan Atasan

Sudah menjadi kebiasaan, curhat antar karyawan tentang bagaimana perilaku atasan mereka masing-masing. Keluhan mereka bermacam-macam, mulai dari terlalu cuek, memaksakan kehendak, sibuk dengan kerjaan di luar kantor, sering cuti, terlalu kaku, dsb. Apabila Anda mengerti gaya atasan Anda, maka beberapa manfaat akan Anda dapatkan, antara lain :
- kemajuan pribadi
- kemajuan perubahan
- kemanjuan atasan itu sendiri

Cara bekerja sama dengan atasan, prinsipnya adalah :
1. Pemahaman terhadap atasan dan diri sendiri
2. Mengembangkan hubungan dengan atasan : gaya kerjasama, kejelasan harapan,  kelancaran arus informasi, kepercayaan & kejujuran, penggunaan waktu dan sumber daya yang baik

Berikut beberapa gaya atasan dan cara bekerja sama :
Tipe atasan                                              Cara bekerja sama
=======================            =========================
1. Birokrat
- taat sistem dan prosedur                        - betul-betul memahami peraturan
- kontrol ketat                                         - selalu berdasarkan sistem dan prosedur

2. Otokrat
- bertindak atas pandangannya                 - selalu berdasarkan sistem dan prosedur
- otoriter                                                  - hindari konfrontasi
                                                               - bertindak dengan data dan informasi
3. Pemutar roda
- sering 'negosiasi' dengan pihak lain        - proaktif
- pembaharu, enerjik                               - inisiatif, tanpa menunggu perintah

4. Lepas
- percaya penuh terhadap bawahan          - inisiatif, tanpa menunggu perintah
- achievement tinggi                                 - belajar dan mengembangkan diri
                                                               - aktif dan komunikatif
5. Pak Ogah
- berjalan sendiri                                      - banyak inisiatif
- tidak memperhatikan departemen          - proaktif
- sulit membuat keputusan                        - pandai menjalin hubungan

6. Terbuka
- melibatkan anggotanya                           - jujur
- memonitor kemajuan                             - cari alternatif terbaik
- fleksibel                                                - data & informasi yang akurat

Hmmm...tipe atasan saya seperti apa ya?saya baru sadar kalau atasan saya bukan cuek, namun membebaskan saya untuk berkembang sendiri. Pantesan aja, ditunggu2 koq ga ngasi kerjaan juga..hehehe
Nah, apa Anda seperti saya, yang ternyata baru sadar apa yang harus dilakukan dalam bekerja sama dengan atasan Anda?semoga saja tidak.

Tipe Bawahan Seperti Apakah Anda?

Mengenali diri sendiri itu penting. Dengan mengenal karakter kita dalam bekerja, kita akan bisa melakukan introspeksi dan berusaha menjadi lebih baik dalam bekerja. Sebenarnya materi ini saya dapatkan dari seorang koordinator shift di tempat saya bekerja. Daripada terarsip dengan sempurna, mungkin lebih baik saya bagikan lewat dunia maya ini. Semoga bermanfaat.

Tipe bawahan :
1. Berani mati
 - Hasrat maju luar biasa
 - Tidak takut resiko
 - Analisa tidak tajam
 - Agak susah dikendalikan

2. Pembangkang
- Tidak takut gagal
- Tidak suka perubahan
- Agresif dan melawan
- Tidak ada hasrat berprestasi

3. Keledai
- Malas bergerak, perlu sedikut paksaan
- Perlu pengawasan terus menerus
- Tidak suka perubahan

4. Kepompong
- Mencari aman untuk diri sendiri
- Kurang berani ambil resiko
- Bila gagal mencari "backing"

5. Seniman
- Asal sudah senang, tidak menghiraukan orang lain
- Tenggelam dalam kesibukan sendiri
- Hasrat berprestasi cukup baik, kreatif
- Suka pamer, senang dikagumi

6. Pendaki gunung
- Hasrat berprestasi cukup tinggi
- Perencanaan yang matang
- Mengutamakan data dan informasi penting
- Tipe supervisor yang baik

7. Pengikut setia
- Mempunyai hasrat maju dan berkembang
- Cukup berani ambil resiko
- Bekerja keras untuk perusahaan

8. Administrasi
- Ada hasrat berprestasi
- Kurang berani ambil resiko
- Patuh prosedur, bekerja dengan tertib
- Takut perubahan

9. Pemain sandiwara
- Memiliki peran yang menyenangkan
- Mendambakan prestasi
- Takut resiko
- Menonjolkan diri

Nah, sekarang Anda tentukan sendiri. Kira-kira tipe bawahan seperti apa Anda? :)

Training PP (3) Bantuan Hidup Dasar

Tanda-tanda seseorang dikatakan hidup adalah : masih bernapas dan jantung masih berdetak. Secara garis besar, mati dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu :
1. Mati klinis : jantung berhenti & tidak bernapas, tapi belum ada kerusakan sel (4-6 menit)
2. Mati biologis : jantung berhenti & tidak bernapas, sudah ada kerusakan sel, terutama sel otak (8-10 menit)
PP inilah yang akan menjadi tawar-menawar dengan malaikat pada kondisi mati klinis. Sedangkan mati biologis, tidak bisa ditawar lagi.

Tanda-tanda orang meninggal dunia :
1. Lebam mayat, 20-30 menit setelah meninggal
2. Kaku mayat, 4-6 jam setelah meninggal
3. Pembusukan

Prinsip bantuan hidup dasar ini adalah ABC :
- Airway control
- Breathing support
- Circulation

Airway control dan breathing support sudah dijelaskan di bagian sebelumnya. Untuk circulation, jika tidak ada nadi pada penderita, maka lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru-paru). Kira-kira caranya seperti gambar di bawah ini :

taken from Google

Dalam melakukan JPR, membutuhkan kondisi fisik yang bagus, karena dalam melakukan semua langkah tersebut dalam waktu yang singkat membutuhkan energi yang besar. Jika kesulitan belajar PP, mintalah bantuan orang yang lebih ahli. Jika dimungkinkan, ikutilah training dari yang sudah berpengalaman, karena mereka sudah mempunyai peralatan yang dapat menunjang pelatihan. Namun, sekali lagi, PP ini hanya sekedar penanganan/ pertolongan pertama, kita bukan dokter atau paramedis. Jadi, saat kita menemui penderita, tetaplah meminta bantuan fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. Lakukan PP ini setelah diri Anda dan keadaan sekitar Anda aman.

Wednesday, October 23, 2013

Training PP (2) Penilaian Keadaan

Tujuan : untuk memperoleh gambaran secara umum kejadian yang sedang dihadapi
- Bagaimana kondisi saat itu
- Kemungkinan apa saja yang akan terjadi
- Bagaimana mengatasinya

Amankan diri sendiri lebih dahulu, baru penderita, kemudian penonton. Bila keadaan tidak aman, maka amankan, bila tidak bisa diamankan, jangan masuk/ ikut campur. Seringkali kondisi di Indonesia, jumlah pelaku PP, penderita, dan penonton, jauh lebih banyak penontonnya. Berapa banyak penderita? segeralah minta bantuan sebelum menangani para penderita.

Jika kita menonton film luar negeri, saat terjadi emergency, mereka menelpon 911. Setelah melaporkan situasi saat menelpon 911, maka yang datang bukan hanya polisi, namun tim rescue, PMK, paramedis, maupun utility. Sayang sekali, di Indonesia belum mempunyai tim terpadu antara tim-tim tersebut. Kalaupun harus menelepon, kita harus tau berapa nomor telepon masing-masing tersebut.

Sebelum melakukan tindakan PP, kita harus mengetahui riwayat penyakit penderita :
1. Medis, diperoleh dari penderita, keluarga, saksi mata
2. Mengapa membutuhkan bantuan

Berikut cara untuk menilai keadaan saat menemui penderita :
1. Kesan umum
Cek saat penderita tidur terlentang. Usahakan untuk penderita pingsan, posisinya adalah tidur terlentang, agar jalan pernapasan lancar. Jangan terlalu mendekat pada korban, ambil posisi yang sigap.
Tanyakan pada orang-orang sekitar apa yang terjadi, kemudian perkenalkan diri Anda dan mintalah ijin kepada orang sekitar sebelum menolong penderita. Segera minta bantuan (hubungi rumah sakit terdekat/ PMI) agar bisa dilakukan penanganan lanjut lebih cepat.

2. Kesadaran
Stabilkan kepala dan leher bila ada curiga cedera spinal
- Alert : awas, cek bola mata penderita apakah mengikuti pelaku PP
- Verbal : diajak bicara, pelaku PP melihat mata penderita (untuk menghindarkan menoleh/gerakan leher)
- Pain : cubit di daerah aman, ada dua cara : pertama cubit pelan menggunakan ruas antara jari telunjuk dan jari tengah di lengan atau tekan tulang keras di tengah dada
- Unresponsive, jika penderita tidak merasakan rasa sakit ketika dicubit, maka penderita kehilangan kesadaran

3. Airway : buka jalan napas, periksa jalan napas, bersihkan jalan napas jika diperlukan.
Caranya : tengadahkan kepala, pegang dahinya, cek hidung dan mulut apakah ada yang tersumbat. Jika ada sumbatan, maka bersihkan dengan sapuan jari/ alat yang steril. Jika tidak ada sumbatan, periksa suara napas, dekatkan pipi Anda di antara hidung dan mulut penderita. Jika tidak ada napas, maka cek sumbatan lagi, dan kemudian lakukan bantuan pernapasan.

4. Breathing
Pernapasan buatan bisa dilakukan dengan mouth to mouth atau dengan masker resusitasi. Pernapasan buatan dilakukan 15x/menit. Jika dikhawatirkan tertular penyakit saat mouth to mouth, maka bisa memakai pembatas kain kasa atau plastik yang dilubangi.

5. Circulation.
Periksa nadinya, di bawah jempol tangan atau di nadi leher di bawah rahang. Jika nadinya lemah, cek badan penderita apakah ada area basah karena pendarahan. Jika pendarahan besar, maka kulit akan memucat karena tubuh kekurangan oksigen. Jangan memberi minum pada penderita yang sedang pendarahan besar, karena akan memperparah pendarahan.

6. Lapor/menghubungi bantuan

7. Pemeriksaan fisik : cek kepala, leher, dada, panggul, alat gerak
Penderita dengan cedera rusuk tidak akan lurus badannya, cenderung menengadah atau membungkuk. Cek alat gerak, dengan menekan kuku jari selama 2 detik. Jika warna merah tidak seger kembali, maka terdapat masalah dengan sirkulasi.

8. Tanda vital
- cek nadi : frekuensi, kuat/lemah, teratur/tidak
- napas : frekuensi, mudah, sesak, otot bantu
- tekanan darah
- suhu, berikan kenyamanan penderita dengan memberi selimut

Training PP (Pertolongan Pertama) oleh PMI (1)

Bagi saya yang sudah kerja gini, mungkin akan sebelah mata menganggap training ini. Namun tidak bagi yang kerja di EHS (Environment, Health, Safety), karena PP ini termasuk pengetahuan dasar yang seharusnya semua orang tahu. Karena, kadang PP ini suatu proses "tawar menawar" dengan malaikan Izroil, begitu kata trainer kami. Seharusnya penderita/ korban meninggal, namun bisa diselamatkan melalui penanganan yang cepat dan tepat.

Kali ini saya akan merangkum dari apa yang sudah saya dapatkan dari training PP oleh PMI Kab. Malang. Saya bagi dalam beberapa seri, karena memang banyak materinya. Semoga bermanfaat.

Tujuan PP antara lain :
1. Menyelamatkan jiwa
2. Mengurangi terjadinya cacat
3. Memberi kenyaman terhadap penderita, sehingga termotivasi untuk cepat sembuh

Kewajiban pelaku PP :
1. Menjaga keselamatan diri, orang lain penderita, dan orang sekitarnya. [ingat, utamakan keselamatan Anda terlebih dahulu, kalau sudah aman baru menolong orang lain]
2. Dapat menjangkau penderita
3. Mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa, contoh : pernapasan {susah napas), sirkulasi darah (luka terbuka), dan kehilangan kesadaran
4. Meminta bantuan/ rujukan
5. Memberikan pertolongan secara cepat dan tepat
6. Membantu pelaku PP lainnya
7. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita
8. Melakukan komunikasi dengan petugas lainnya
9. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi

Kualifikasi pelaku PP :
1. Jujur dan bertanggung jawab
2. Profesional
3. Kematangan emosi
4. Kemampuan bersosialisasi
5. Kemampuan nyata terukur/ sertifikasi
6. Kondisi fisik baik
7. Mempunyai rasa bangga

Alat perlindungan diri :
1. Sarung tangan lateks, untuk menghindari infeksi dari cairan/ darah penderita
2. Kacamata pelindung
3. Baju pelindung
4. Masker penolong
5. Masker resusitasi
6. Helm, untuk daerah di ketinggian

Tindakan umum untuk menjaga diri :
1. Mencuci tangan
2. Membersihkan alat

Peralatan PP :
1. Penutup luka, contoh : kassa steril, bantalan kassa
2. Pembalut
3. Cairan antiseptik, contoh : betadine, kalau luka jangan diberi alkohol
4. Cairan pencuci mata, contoh : air steril
5. Peralatan stabilisasi, syarat : lurus, ringan, untuk bindai leher bisa menggunakan topi
6. Gunting
7. Pinset
8. Senter, untuk melihat mata, mulut, telinga, hidung
9. Kapas untuk membersihkan luka atau alat
10. Selimut
11. Oksigen
12. Tensimeter, stetoskop
13. Tandu
14. Kartu penderita, alat tulis

Sunday, October 20, 2013

Book : Continuous Cost Reduction Through Lean-Sigma Approach by Vincent Gaspersz

It's my lucky to find this book at Pesta Buku Murah Kepanjen held in Kanjuruhan Stadium, 19 October 2013 with very friendly price, only 10,000 rupiahs. Subhanalloh, alhamdulillah.. :)

I thought it's the answer from what I saw in my friend's Linkedin profile. She works in a world class company. When I saw her skill added to her profile, I realised many things that I missed when I have been working in my company. What are balance scorecard, six sigma, lean manufacturing, loss tree analysis, DMAIC? Well, where have my managers been? Had they been trained for those skills? If, they had, where are those skills? Just tell your subordinat, guys..you have so many tools for goodness for our company. Recently, I feel like I work in a traditional company, though the products are exported to the other country.We still walk slowly while the other run fastly. It's ridiculous.
Anyway, I will not tell you what happens in my workplace, it will not make you happy, trust me ;)

I just recommend this book for you who interest in management. I don't think you will get this book at book store, coz I even found it like a sale book, with cheap price. But, this is a great book, not only theory, but it provide formulas, calculations, examples, tools, forms, so you can directly apply this book in your job. The writer is a great experienced writer, Prof. Dr. Vincent Gaspersz, CMQOE, CQE, SSMBB, CFPIM, Principal consultant and instructor international member of ASQ and APICS. 

Herewith the synopsis of the book :


Judul : Continuous Cost Reduction Through Lean-Sigma Approach
Strategi Dramatik Reduksi Biaya dan Pemborosan Menggunakan Pendekatan Lean-Sigma 
Penulis : Vincent Gaspersz
Tebal : 253 halaman
Tahun terbit : 2006
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Lean-Sigma-sinergi antara konsep Lean yang berakar dari sistem manajemen Toyota dan Six Sigma yang berakar dari konsep sistem manajemen Motorola-merupakan suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi serta menghilangkan pemborosan atau aktivitas yang tidak bernilai tambah melalui peningkatan terus menerus secara radikal untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma. Lean-Sigma berarti mengerjakan sesuatu dengan sesederhana dan seefisien mungkin, namun tetap memberikan kualitas superior dan pelayanan yang sangat cepat. Manajemen organisasi benar-benar perlu menyerap pemikiran Lean-Sigma dengan menanamkannya dengan kultur, ukuran-ukuran, kebijakan, prosedur, dan pada akhirnya alat-alat atau teknik-teknik Lean-Sigma untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan produk.

Dewasa ini, konsep sistem bisnis Lean-Sigma telah sangat populer di negara-negara industri maju, terutama di Amerika dan Kanada, dan sudah saatnya bagi manajemen industri di Indonesia untuk mempelajari dan menerapkannya.