Sunday, October 20, 2013

Book : Continuous Cost Reduction Through Lean-Sigma Approach by Vincent Gaspersz

It's my lucky to find this book at Pesta Buku Murah Kepanjen held in Kanjuruhan Stadium, 19 October 2013 with very friendly price, only 10,000 rupiahs. Subhanalloh, alhamdulillah.. :)

I thought it's the answer from what I saw in my friend's Linkedin profile. She works in a world class company. When I saw her skill added to her profile, I realised many things that I missed when I have been working in my company. What are balance scorecard, six sigma, lean manufacturing, loss tree analysis, DMAIC? Well, where have my managers been? Had they been trained for those skills? If, they had, where are those skills? Just tell your subordinat, guys..you have so many tools for goodness for our company. Recently, I feel like I work in a traditional company, though the products are exported to the other country.We still walk slowly while the other run fastly. It's ridiculous.
Anyway, I will not tell you what happens in my workplace, it will not make you happy, trust me ;)

I just recommend this book for you who interest in management. I don't think you will get this book at book store, coz I even found it like a sale book, with cheap price. But, this is a great book, not only theory, but it provide formulas, calculations, examples, tools, forms, so you can directly apply this book in your job. The writer is a great experienced writer, Prof. Dr. Vincent Gaspersz, CMQOE, CQE, SSMBB, CFPIM, Principal consultant and instructor international member of ASQ and APICS. 

Herewith the synopsis of the book :


Judul : Continuous Cost Reduction Through Lean-Sigma Approach
Strategi Dramatik Reduksi Biaya dan Pemborosan Menggunakan Pendekatan Lean-Sigma 
Penulis : Vincent Gaspersz
Tebal : 253 halaman
Tahun terbit : 2006
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Lean-Sigma-sinergi antara konsep Lean yang berakar dari sistem manajemen Toyota dan Six Sigma yang berakar dari konsep sistem manajemen Motorola-merupakan suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi serta menghilangkan pemborosan atau aktivitas yang tidak bernilai tambah melalui peningkatan terus menerus secara radikal untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma. Lean-Sigma berarti mengerjakan sesuatu dengan sesederhana dan seefisien mungkin, namun tetap memberikan kualitas superior dan pelayanan yang sangat cepat. Manajemen organisasi benar-benar perlu menyerap pemikiran Lean-Sigma dengan menanamkannya dengan kultur, ukuran-ukuran, kebijakan, prosedur, dan pada akhirnya alat-alat atau teknik-teknik Lean-Sigma untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan produk.

Dewasa ini, konsep sistem bisnis Lean-Sigma telah sangat populer di negara-negara industri maju, terutama di Amerika dan Kanada, dan sudah saatnya bagi manajemen industri di Indonesia untuk mempelajari dan menerapkannya.



Book Review : Aropy

Aropy by Sayfullan

Kisah Aropy yang diceritakan dengan renyah oleh penulis membuat novel ini mudah dipahami. Novel ini tak hanya menggambarkan cinta segi banyak (lebih dari tiga), cemburu, posesif, namun juga menyisipkan persabahatan yang kental yang tak jauh dari kehidupan remaja. Kelebihan dari novel ini selain dari gaya bicaranya yang ngocol (mengingatkan saya dengan novel Olga), terdapat nilai moral dan memberi contoh yang baik untuk para remaja. Aropy, yang penampilannya "out of the box", dicela sana sini tapi dia sangat pede dan bisa mengembangkan bakatnya dengan luar biasa. 

Akan lebih bagus kalau novel ini bisa diexplore lebih dalam pada masing-masing karakter dan settingnya. Overall, novel ini cukup menghibur untuk dibaca sambil menikmati kue dan secangkir teh hangat di sore hari. :)

AROPY
Penulis : Sayfullan
184 halaman
Penerbit : Ping!!!


https://www.goodreads.com/review/list/18548703-noviana-ika

Pabrik Kripik Singkong Cap Lumba-Lumba Malang

Bagi temen-temen yang domisili Malang mungkin sudah familiar dengan brand kripik ini. Masak kalah sama yang dari luar kota kayak saya?hehehe.. Kripik ini salah satu oleh-oleh favorit saya kalo mau pulang kampung. Selain murah, higienis, empuk, ga nusuk-nusuk gigi, kripik ini juga bikin addicted. Sekali makan, ga mau berhenti ngunyah..hehehe..

Seringnya saya membawa oleh-oleh kripik ini, saya jadi kepingin berkunjung ke tempat pembuatannya, yaitu daerah Mentraman, Turen, kab. Malang. Dan akhirnya, dengan bantuan teman kerja saya yang rumahnya deket situ, Mas Agus, hari ini saya bisa mewujudkan keinginan buat jalan-jalan ke sana. Alhamdulillah :)

taken from Google

Perjalanan dimulai dari kos saya, Kepanjen. Dengan dipapak sama Mas Agus dan keluarga, saya bisa ke Turen dengan sangat lancar, tanpa kesasar. Rutenya kira-kira seperti ini : Kepanjen - Stadion Kanjuruhan, lurus terus ke arah Gondang Legi  sampai di Pasar Gondang Legi belok kiri - lurus terus sampai ada pertigaan PT. Pindad (persero) - lurus terus, sampai ada pertigaan POM bensin Pertamina - lurus terus kira-kira 100-200 m ada perempatan kecil belok kanan masuk gang - lurus terus sampai ada pertigaan ke kanan ada jalanan agak lebar pavingan - sampailah kita di Pondok Tua Mentraman, Turen, kab. Malang. 

Kalau rumah Mas Agus sendiri di pertigaan Pindad belok kiri, sampai ada pertigaan kantor Kecamatan Turen, belok kanan masuk gang. Di sana saya disambut sangat ramah oleh tuan rumah, Ny. Agus, dan si kecil Nayla. Nayla ini berusia 2,5 tahun, rambutnya keriting, lucu...saya seneng kalo liat anak kecil rambutnya kruel2 gitu. Sayang, Nayla malu-malu kalo diajak ngobrol. 

Saya diantar sama Ny. Agus ke pabriknya dengan melewati jalan yang berbeda yang ketemunya di pertigaan Pom bensin itu. Dari obrolan kami, di daerah Turen terdapat banyak home industri loh..terutama home industri cemilan/ makanan ringan. Contohnya yang terkenal yaitu kripik singkong cap Lumba-lumba dan makroni cap Kuda Mass. Tapi karena saya belum terlalu kenal Kuda Mass, jadi saya langsung ke Mentraman.

Pondok tua Mentraman ini konon sebuah pondok pesantren, dimana para santrinya diberdayakan untuk memproduksi kripik singkong ini. Rasa kripik singkong yang ditawarkan ada dua rasa : manis dan asin dengan kemasan besar atau kecil. Saya sih prefer yang manis, mungkin karena taste Jawa Tengah-an kali ya..Namun, selain kripik singkong, di tokonya juga dijual produk lain : kripik jagung (pedas level 9, pedas manis), kripik belinjo, kripik kentang, kripik telo, kerupuk rambak, kripik tempe, dll. Kalau beli banyak, bisa mix macem-macem kripik dalam dus. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, berkisar antara 6.500-20.000/ bungkus.

Alhasil, saya membeli macam-macam kripik & krupuk sampe 2 dus tanggung. Ribet bawanya, tapi seneng bisa nyampe sana. Many thanks to Mas Agus family yang bisa mengantarkan saya sampe sana, sampe dipinjemin karet buat bawa dua dus di atas honda beat saya. Buat temen-temen yang pengen beli, tapi kejauhan, kripik ini bisa dibeli di toko oleh2 terdekat di daerah Malang. Kalau mau berkunjung langsung, ini alamat dan nomor teleponnya :
KRIPIK SINGKONG  CAP LUMBA-LUMBA
Pondok Tua Mentraman Gang 7 Masuk
Turen, Kab. Malang, Jawa Timur
Telp. toko Lumba-Lumba 1 : 0341-2305783

Saturday, October 19, 2013

[Sharing] Jobseeker

I'm not a jobseeker now, but maybe I will be a jobseeker [again] someday, who knows? Tulisan ini saya dedikasikan untuk para jobseeker yang baru lulus, atau masih ngurusin yudisium, atau yang sudah beberapa kali apply. Well, semangat kawan! Semoga curhatan saya ini bermanfaat buat kalian.

taken from Google

Saya dahulu lulus bulan Maret 2010, mau tau kapan saya baru dapet kerjaan? Februari 2011. Hampir setahun saya baru dapat kerjaan. Dan betapa putus asanya saya ketika itu, menunggu diterima kerja dari berbagai perusahaan rasanya seperti akan diterima/ ditolak saat udah nembak calon pacar. Berikut perusahaan-perusahaan yang menolak saya (alias saya ngga lulus tes) : pert*mina, con*co, PG*, keme*keu, nes*le, may*ra, kr*ft, dll. Ada juga sih yang saya tolak, Hanj*n shipping, saya tolak karena gaji UMR, dan sepertinya saya harus pintar berbahasa Inggris, ya terang saja, perusahaan shipping, masak mau pake bahasa Jawa? Dari daftar perusahaan tersebut, yang bikin saya down banget adalah kemenk*u. Bayangkan, tes awal dari pendaftar sebanyak 120ribu peserta, dengan lokasi tes di Jogja (bolak-balik Semarang-Jogja) sampe tes terakhir yang jumlah pesertanya kurang dari 500 orang, saya gagal dalam tes terakhir, wawancara. Terus terang, orang-orang terdekat saya menaruh harapan yang tinggi kepada saya  untuk tes tersebut. Namun, akhirnya tidak lolos. Saya sedih, sedih sekali, hanya bisa menangis, dan merasa tidak berguna sama sekali. Saat itu pula, Ibu saya sedang sakit, telapak kaki beliau retak, jadi susah untuk berjalan, dan harus diterapi berkali-kali. Kegagalan saya ditambah kondisi Ibu, membuat saya hanya bisa menangis, malu. Namun, mereka berusaha menenangkan saya, agar saya sabar. Ya inilah sekarang saya, Allah sudah mempunyai rencana lain untuk saya. Rencana yang lebih baik.

Akhirnya saya bekerja di Malang, sebuah perusahaan dairy. Awal yang bagus bagi yang mau memulai karier di industri makanan dan minuman. Sejak bekerja dari 2011 sampai sekarang, banyak perubahan, tentunya, banyak yang saya pelajari. Perkembangan mungkin lambat, tapi insya Allah berjalan progresif. Banyak juga yang harus disyukuri jika melihat perjuangan masa lalu.

Bagi temen-temen yang masih jobseeker, jangan putus asa. Selagi kalian tetap berusaha dan berdoa, insya Allah akan diperlancar menuju rejeki yang barokah. Tak mengapalah menunggu beberapa saat, bersabar, namun nanti mendapat hasil yang lebih baik. Tetap semangat, kawan! Man Jadda wa Jada :)

Wednesday, October 16, 2013

My over over load..of job :(

Well, manusia memang basicnya makhluk yang kufur nikmat..mudah mengeluh..pengen yang enak2 tanpa harus kerja keras (kalo bisa gitu, ga perlu kerja udah dapet duit)..but that's impossible. Kecuali kalo kita anak orang kaya yang hartanya ga habis buat tujuh turunan. Tapi kalo saya dikasi kesempatan itu, saya juga nolak sih..hidup gue bakalan datar kali ya kalo apa2 yang gue pengenin terpenuhin dengan sekali click. hehehhe...ribet deh :p

taken from google

Udah sebulanan ini saya ngrasa overload kerjaan. Gilee...ternyata saking banyaknya sampe down kesehatan saya. Mulai dari meriang, pusing, Meniere syndrom disease, sampe terakhir dokter spesialis penyakit dalam bilang saya udah ga kerasan dan disuru resign aja. Awalnya sih menolak kata2 dokter itu. Tapi semakin dipikir, ada benernya juga. Mungkin saya bosan, cape, stres kerjaan, ga ada orang yang pas buat curhat, mendem semua emosi, jadi efeknya ke badan langsung drop. Untung ada libur Idul Adha..lil bit help sih..buktinya pusing2 agak berkurang, cuma pas balik ke Kepanjen lagi..kayaknya ada potensi2 stes balik lagi. Pas malem sebelum masuk kerja, inbox email kantor udah bejibun aja..ngasi kerjaan semua lagi...aaargggghhhhh....!!!!!! kerjaan yang saya tinggal liburan kemarin belum kelar, bos..udah tambah aja..padahal saya malahan udah planning cuti beberapa minggu lagi pas hari kerja pula. Bodo amat deh. Saya mau ikut tes CPNSD. Iseng-iseng berhadiah..ga ada salahnya dicoba dan saya mau hari itu bisa cuti. Titik.

Sekedar sharing ke pacar tentang overload kerjaan, ternyata perusahaan yang manajemennya agak kurang bagus, gitu semua. Selama ada orang aja, tambahin aja kerjaannya terutama kerjaan yang ngga rutin. Kalo dicermatin lagi, kerjaan ngga rutin saya jauhhh lebih banyak daripada kerjaan rutin. Secara kerjaan rutin saya udah diambil alih sama Pak Imam. Jadi kerjaan saya lebih ke conditional job. Namanya juga troubleshooting, saya juga ga berharap banyak trouble di produksi. Ngatasin trouble itu menurut saya bukan mengatasi masalah jangka panjang. Itu hanya short term aja cuma buat marketing puas dalam menjawab complain dari customer atau buat manajemen punya jawaban kalo ditanyain orang di atasnya lagi. Cape ga sih kayak gitu? Jujur, iya. Terlalu banyak kita fokus ke kuadran I (penting dan mendesak) dan terlalu banyak mengabaikan kuadran II (penting, tidak mendesak) yang harusnya kita lebih fokus. Saya jadi iri sama temen2 saya yang bekerja di perusahaan yang punya tim improvement sendiri. Gue?ahahha...ya gitu deh..semampu saya aja ya...

Terus gimana donk kalo masih tetep overload? Bikin prioritas kerja, kalo perlu tanyain ke atasan mana dulu yang diutamain (biar sinkron). Dengan bikin prioritas, it's helpful koq bisa milah2 mana yang sebenere perlu dikerjakan jadi kita bisa manage waktu dan tenaga. Inget, jangan forsir badan Anda cuma buat kerjaan (inget kata dokter, jangan mau diplekotho perusahaan). Kesehatan kita itu investasi jangka panjang. Jadi jangan dikorbankan hanya demi kepentingan jangka pendek (finish ur job). Rasional dan logis aja...atasan yang baik bisa nerima koq kalo kita bisa menjelaskan kenapa kita milah2 pekerjaan. Maag saya lebih cepet kambuh kalo saya lagi stres mikirin kerjaan. So I spend my money on drugs. It's ok I don't feel the pain again, but I think I can spend my money on other thing while I'm in a good condition. Menyedihkan ketika saya menghabiskan uang untuk obat yang bisa menghilangkan rasa sakit sehingga saya bisa merasa lebih baik, padahal saya tahu I can be much better if I can manage my mind.

Be happy, guys! You deserve that. Kerja itu penting, tapi kesehatan jauh lebih penting.

Friday, October 4, 2013

Wisata ke Bromo

Beberapa hari setelah lebaran, keluarga memang berniat mengantarkan saya pulang ke Kepanjen. Sebenarnya kasian juga sih, kalau Bapak harus menyetir 8-10 jam tanpa gantian, lagipula beliau tidak pernah ke Kepanjen sebelumnya. Alhasil, GPS di HP benar-benar penyelamat kami supaya tidak kesasar. 

Keluargaku berencana di Kepanjen, Malang selama dua hari. Hari pertama untuk wisata ke Jatim Park 2 (karena saya cuma taunya ke Jatim Park 2), kemudian hari selanjutnya ke Bromo (yang ini saya tidak pernah, jadi cuma coba2 aja, mumpung ada yang nganterin dan mbayarin, hehe).

Bisa dibilang ke Bromo sama keluarga ini kaya gambling, karena ga tau jalan, ga tau rute, cuma niat pengen ke sana aja. Setelah menggali informasi dari temen-temen yang pernah kesana, akhirnya kami mantap buat ke sana. Untuk yang berkendara dengan mobil, ada beberapa jalur menuju Bromo, bisa dari Nongkojajar atau dari Tumpang (dari arah Malang). Teman-teman menyarankan lewat Nongkojajar karena jalannya yang bagus. 

Perjalanan dimulai dari Kepanjen, menuju arah Malang, ke arah utara, melewati Singosari, kemudian ke arah Pasuruan. Belokan pertigaan ke Nongkojajar persis sebelum Kebun Raya Purwodadi. Biasanya ada Pak Ogah yang membantu menyeberangkan di pertigaan itu. Setelah masuk situ, langsung lurus saja mengikuti rambu-rambu yang ada. Pilih jalan yang agak besar (jalan utama) jika kalian menemukan pertigaan/ perempatan dengan tidak mengabaikan penunjuk arah yang ada. Jika masih ragu-ragu, lebih baik tanyakan ke penduduk sekitar (kami sempat bertanya ke tukang ojek, karena terlanjur belok ke arah kampung gara-gara GPS yang ngaco). 

Jalanan yang agak jelek di sekitar kebun apel (saya kurang tau desanya) dan jalan menuju Bromo. Menurut penduduk sekitar, jalanan tsb jelek karena banyaknya truk/mobil box keluar masuk pabrik jamur di daerah situ. Namun setelah jalanan jelek itu terlewati, jalannya bagus kembali yang tandanya semakin dekat kita dengan Bromo. Memang sih selama perjalanan, kalian akan bertanya-tanya, mana sih Bromonya, mana sih gunungnya..koq ga nyampe2, koq hutan-hutan mulu? Kalian akan temukan jawabannya when you are almost there :)

Nah, saat sudah sampe Desa Tosari, kami menyewa jeep disana. Kendaraan lain tidak diperbolehkan masuk ke Bromo selain jeep. Hal ini mengingat medan yang berpasir (safety) dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Bromo. Udara yang dingin sudah sangat terasa di sini. Ada macam-macam tarif sewa jeep tergantung tempat wisata tujuan. Tempat wisata yang kami pilih adalah yang paling hemat, hehe, kawah Bromo dan penanjakan dengan tarif Rp 450.000,00. Jika membawa rombongan, tarif ini cuma muat buat maksimal enam orang (pilihan buat kalian yang mau memaksimalkan budget). Harganya progresif sesuai dengan banyaknya tempat wisata. Ada padang savana, ada bukit teletubbies (padang Savana ini konon dulu tempat syuting Dian Sastro di film Pasir Berbisik).

Setelah membayar sewa jeep dsb, kami diantarkan ke sana. Sampai di kawah Bromo, all I see is sand ocean (lautan pasir gitu maksudnya, hehe). Oh iya, ada pura juga disana, namun sedang tidak dipakai untuk upacara keagamaan. Begitu turun dari jeep, banyak orang yang menawarkan naik kuda. Tarif yang mereka pasang cukup ampuh, yaitu Rp 150.000,00/orang. Setelah tawar menawar yang alot, akhirnya kami naik kuda dengan tarif Rp 75.000,00/orang untuk saya, ibu, dan adek saya. Bapak terlihat enggan saat melihat tangga kawah yang jauh (namun akhirnya menyusul juga). Yang penting lainnya adalah bawa masker (melindungi dari pasir dan bau belerang kawah) dan bawa minuman saat mau naik ke kawah. Bagi temen-temen yang ga merasa staminanya saat dalam best condition, saya sarankan buat naik kuda aja. Jauh, apalagi pasirnya campur sama kotoran kuda yang kering. Itu belum naik tangga lho yaa...(saya aja hampir semaput pas nyampe di 3/4 panjang tangga). Sesudah sampai di puncak, puas dengan foto-foto, cape dengan naik turun sampe kaki kami masih gemeteran, kami melanjutkan ke penanjakan. 

Untungnya disini ga ada tangga-tangga yang luar biasa seperti di kawah tadi. Di sini lebih enak buat foto-foto karena bisa melihat gunung-gunung sekitarnya. Pemandangan kawah Bromo dan kawan-kawan gunung lainnya paling bagus menurut saya. Like u're at the highest level. Rasanya menyenangkan foto dengan background gunung-gunung. 

Usahakan ke sana pada saat dini hari, jadi kalian bisa melihat sunrise di Bromo. Momen ini yang biasanya pengunjung cari. Kalau dirasa tidak sanggup berkendara dini hari, di sana disediakan home stay jadi bisa berangkat hari sebelumnya. Pengalaman wisata di Bromo sungguh berkesan, dengan segala keindahan dan kecapekannya, hahaha...apalagi bersama keluarga. At least, we are proud that we've been there :)


Thursday, September 26, 2013

Pelumas (Oli) - Pengetahuan Dasar

Pelumas merupakan suatu cairan yang tidak asing ya bagi orang awam, apalagi orang teknik. Pelumas adalah campuran dari base oil dan additive yang berfungsi melindungi mesin dari karat, pembersih, pendingin, juga sebagai seal pada mesin. Fungsi di atas akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus dan mesin mencapai tingkat temperatur yang ideal.


Dari definisi di atas, bahan dasar dari pelumas adalah base oil dan additive. Rata-rata komposisi base oil minimum 80% dan additive maksimum 20% dalam pelumas. Berbagai macam base oil yang digunakan dalam produksi pelumas antara lain :
1. Mineral oil
2. Syntetic
3. Non konvensional
4. Daur ulang
5. Tumbuhan
Yang menjadikan pelumas menjadi spesifik fungsi tertentu adalah additive-nya. Jadi misalnya pelumas hidrolik, additive-nya akan berbeda dengan pelumas untuk compressor.

Additive berdasarkan karakteristik base oil :
- Viscosity Index Improver (VII), Viscosity Modifier (VM), menambah viskositas
- PPD, menurukan titik beku
- Antifoam (AF)
- Emulsifier/ demulsifier (EM/DM) - kontak dengan air

Additive untuk menambah sifat baru :
- anti aus/wear/ EP (AW/EP)
- detergent, dispersant (DD), membersihkan kotoran
- Anti corrosion (AC)
- Friction modifier (FM)

Additive untuk menambah umur pakai : anti oxidant (AO), paling mahal, untuk mengikat oksigen sehingga tidak mengoksidasi rantai karbon.
Ciri-ciri oli yang sudah teroksidasi, adalah secara visual warnanya yang hitam pekat, atau dengan uji lab dicari bilangan asamnya.

Pemilihan oli untuk mesin harus tepat, dapat dilihat dari manual book mesin mensyaratkan oli yang tipe bagaimana. Jika oli yang digunakan asal-asalan, maka akan sangat mempengaruhi performa mesin. Jangan pilih yang asal murah, namun lifetime-nya pendek.