Saturday, January 24, 2015

A Day to Walk - Bioskop Tua Kota Malang

Siapa yang pernah menyangka bahwa Malang dulu punya banyak bioskop? Suatu acara dari A Day to Walk Community yang berinisiatif untuk menelusuri jejak bioskop-bioskop jaman dulu akan mengantarkan Anda sejenak melihat bagaimana kehidupan masa lalu di kota Malang. Acara ini dipandu oleh Mbak Sindy Asta dan diikuti oleh sekitar 20-30 an orang yang terdiri dari anak-anak muda (cieile..saya juga include disini donk) yang peduli dengan bangunan-bangunan tua di Malang. Bioskop yang kami kunjungi ada tujuh, yaitu :

1. Bioskop Kelud, atau biasa disebut Bioskop Dulek (dibalik)
Terletak di jalan Kelud di samping SMA Panjura, bioskop ini untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, dengan konsepnya yang misbar (gerimis bubar). Designnya seperti separo lapangan sepak bola, dimana ada tribun dan ada lapangan dengan di ujungnya ada tembok besar sebagai layarnya. Baru start aja udah epic gini^^. Bangunannya sebenarnya masih kokoh, bahkan lantainya pun masih utuh, hanya atap yang memprihatinkan. 
Foto dari tribun atas

2. Bioskop Merdeka
Terletak di jalan Basuki Rahmat depan Telkom persis, terdapat reruntuhan bekas bioskop Merdeka. Dulunya bioskop ini termasuk bioskop untuk menengah. Konon diruntuhkan karena masih ada sengketa (saya juga kurang paham). Hanya bagian depan yang runtuh, bagian belakang sudah ditumbuhi tanaman2 liar.
Loket bioskop

3. Bioskop Rex / Ria
Terletak di jalan Merdeka Timur (sekarang jadi Bank CIMB), sudah tidak nampak bekasnya sama sekali. :(

4. Bioskop Surya
Sekarang menjadi Mitra yang ada Carrefournya.

5. Bioskop Agung : samping Bioskop Surya. Kadang bertanya juga, ga ada persaingan ya kalo sebelahan? mungkin kalo jaman sekarang kaya Indomar*t dan Alfam*rt, hehe

6. Bioskop Ratna : sekarang kita kenal dengan Bioskop Mandala.


7. Bioskop Garuda. 
Terletak di Jalan Martadinata, samping BRI kalo ngga salah, ada gang, masuk kesitu. Nanti kalau ada SD Sukorejo kanan jalan, nah disitu tuh. Eh, ada SD, lhoh..apa nih bangunan di tengah2? Itulah eks bioskop Garuda yang sekarang dikelola Kodim. Kesan pertama masuk sini : sereemmmm... Masih megah lho, mungkin sama dengan bioskop Kelud, atapnya yang kurang begitu bagus apalagi kalo kayu2 gitu, lapuk kan..


Nah, itulah bioskop2 yang dulu eksis di Malang. Ada yang masih bertahan dengan bangunannya, ada yang tinggal reruntuhan saja, bahkan ada yang tidak berbekas. Yang beruntung yang masih bertahan. At least, setelah ikut acara ini, we realised that many years ago, Malang was a great city, with some theathers that keep some histories. Tinggal kita memilih, mau melestarikan atau membiarkan begitu saja....

Saturday, January 17, 2015

Tempat Belanja di Kota Malang

Ngomongin belanja di tanggal2 tua gini rasanya so ironic, heuheu..Honestly, I am not shoppaholic, tapi suka ngga jelas kemana gitu jalan2 just "window shopping".

Sudah hampir empat tahun di Malang, malah lebih ngerti mau cari ini disana cari itu disitu daripada di Semarang. Kalau habis gajian kadang ke sini kalau lagi cari2 sesuatu entah cuma buat cuci mata aja :

1. MOG (Mall Olympic Garden) : mall paling gede di Malang, dan nyaman buat pegelin kaki. Mau apa aja disini ada kecuali bioskop. Department store nya Centrepoint, hypermartnya Giant, terus ada Ace hardware, lumayan buat cuci mata cari promo. Jalan dari lantai bawah ke atas, kalau udah pegel bisa makan atau ngemil di foodcourtnya. 

2. MATOS : mall strategis deket UB. Mall yang komplit nih, walau agak kurang besar space untuk pejalan kaki karena udah penuh orang jualan. Ada bioskop juga di sini. Kabar baiknya sekarang ada lantai 3 untuk Dept. Store Matahari pakaian anak dan pria dan ada Sport Station lho. Biasanya saya parkir di MX terus jalan ke depan, sekalian lihat2 baju2 hijab yang lumayan komplit dan murah di sepanjang MX baru belok kiri ke Matos.

3. Blossom dan Donatello : Blossom itu family outlet sedangkan Donatello itu ada sepatu dan tas, dan letaknya sebelahan jadi bisa sekaligus mampir dan irit parkir. Horee...hihihi.. Blossom itu harganya lumayan terjangkau dengan kualitas yang ga kalah lho, kalau lagi beruntung, dapet deh yang murce2..

4. Pasar Minggu Malang : kayak Sunmor di Jogja, tapi ini lebih kecil sih, menurut aku..dulu pas tempatnya di jalan masih enak, sekarang tempatnya udah dipindah di parkiran belakang MOG. Jadi tambah sempit deh, tapi hati tetap gembira ngliat jualan2 yang murah2 dan lucu2 gitu, sambil nyemil2. Best thing dah jalan2 disini apalagi ada yang nemenin. 

5. Pasar Besar Malang : komplit juga disini mau cari apa aja pasti ada sampe pegel. Pastikan Anda punya tujuan mau beli apa disini karena sangat padet rame dan macet kadang2. Oke buat belanja, tapi ngga bisa buat hangout, Bro..hehehe

Isinya mall semua yah..ngga gaul sih gw..standar banget :p Namanya juga anak perantauan yang ngekos, ga butuh2 banget ya ngga belanja, tapi kalau lagi suntuk ya jalan2 aja.

Tuesday, January 6, 2015

Cara Membuat Paspor Online di Imigrasi Malang (Karyawan Swasta Domisili luar Malang)

Jaman sekarang ke luar negeri itu bukan barang mewah lagi. Banyak penerbangan dengan yang harga yang terjangkau sehingga total biaya ngga jauh2 amat bila dibandingkan dengan pergi ke dalam negeri
.
Saya dan teman2 ada rencana untuk travelling ke luar negeri, entah kapan terlaksana karena masih wacana. But we're so excited to talk about this :) Kebetulan saya masih punya beberapa ganti libur, maka saya niatkan untuk buat paspor dahulu. Googling sana sini, ada layanan paspor online. Yes! Ga perlu lagi ribet2 sana sini, bolak balik. But wait, saya mau bikin di mana ya? Domisili Semarang, tapi kerja di Malang. Enaknya gimana?

Akhirnya saya memutuskan bikin di Malang, karena ternyata walaupun online, masih ada 2x pergi ke kantor Imigrasi buat ngurus paspor. Kalau bikin di Semarang, saya bisa tekor di ongkos PP Semarang-Malang. Dengan berbekal Akta kelahiran dan KK asli, saya mantapkan untuk buat paspor baru. 

Pertama, buka dulu webnya ya http://www.imigrasi.go.id/
Dibaca2 dulu persyaratannya, kemudian masuk ke layanan paspor online yang XPRI itu. Saya sarankan baca dulu petunjuk pengisian layanan paspor online. Yang perlu diperhatikan adalah siapkan KTP agar lebih mudah dan cepat dalam pengisian formulir. Setelah selesai, maka Anda akan mendapat email dari Imigrasi untuk segera membayar biaya pembuatan + ID biometrik sebesar 355rb. Kanim II Malang hanya menerima pembayaran melalui BNI dengan datang ke banknya agar mendapat bukti transaksi dan nomor jurnal. Mungkin Kanim lain berbeda ya, di Jakarta lebih banyak pilihan untuk pembayaran. 

Kedua, membayar biaya pembuatan paspor 355rb + biaya admin 5rb, jadi total 360rb. Nanti disini dapet bukti pembayaran sebanyak 3 lembar (2 lembar digunakan saat foto+wawancara, 1 lembar untuk pengambilan paspor).

Ketiga, datanglah ke kantor Imigrasi sebelum jam 08:00. Pengalaman saya yang dateng jam 10:00 baru dipanggil sekitar jam 13:00. Oh, God... Jadi kalau yang pengen diproses lebih cepat datanglah sebelum jam 08:00. Karena apa? Kantor Imigrasi memang buka jam 8, tapi pegawainya sudah siap jam 7:30. Apalagi kalau mau ngurus manual, belum jam 9 aja sudah habis tuh nomor antrian. 

Untuk mengurus paspor online, lebih cepat. Tinggal ke Bapak2 bagian pelayanan paspor online, nanti dicek dokumen dan diberi formulir berupa surat pernyataan bermaterai 6000 beserta mapnya yang gratis (materainya sih beli di Koperasi 8rb). Kemudian ke security untuk minta nomor antrian yang distaples pada map. Dan silakan menunggu hingga dipanggil. Proses 1 orang bisa mencapai 10-15 menit karena hanya ada 3 counter di ruang foto dan wawancara. Setelah dipanggil, langsung menuju counter, nanti ditanyain seputar keperluan pembuatan paspor, terus disuruh nunggu bentar, terus dipanggil lagi ke counter buat foto dan cap semua jari. Setelah itu baru tahap verifikasi dan wawancara. Alhamdulillah pegawainya lumayan ganteng, bersih, ya iyalah kerjanya di tempat AC begini masih jelek juga ya itu nasib. Terus ditanyain kerjaan, eh terus masnya minta surat keterangan kerja. Saya tanya kenapa, masak ga percaya saya kerja di Malang. Katanya karena domisili Semarang, dan di Malang untuk bekerja jadi perlu surat keterangan kerja. Oh my God, udah jam 2 dan masnya baru bilang sekarang! Kenapa ngga sejak awal cek dokumen ditanyain tuh surat? Mateng gw, udah kantornya tutup jam 4 pula. Saya cuma dikasi kesempatan hari ini atau besok untuk ngasi tuh surat. Saya cuma dikasi 2 lembar kertas, tanda terima dan bukti pembayaran, masih kurang 1 lembar lagi...Kalau hari ini saya ngga bisa usahain tu surat, total cuti buat ngurus nih paspor 3 hari+weekend banking pas bayar biaya pembuatan paspor.

Alhasil saya ngrepotin atasan dan salah satu staf HRD buat bikin surat keterangan dan fax ke Koperasi. Waktu pun cepat berlalu. Ga gampang menghubungi kantor yang letaknya di pedesaan, bad signal, damn! Baru jam 3 an suratnya jadi, pas saya udah nunggu hampir setengah 4, fax Koperasi bermasalah, oh nooooo! Saat itu bareng ada keluarga orang Arab juga nunggu2 fax dari Saudi. Kita disaranin ke rental terdekat kalau mau print. Mampus gw, tinggal setengah jam lagi, mana kantornya udah sepi lagi. Terus saya minta buat diemailin tuh surat. Untung ga jauh dari kantor ada rentalan komputer. Nunggu email masuk di rental dan langsung print, kemudian lari2 ke kantor Imigrasi lagi buat kasi tuh surat. Kondisi kantor dah sepi, komputer dah dimatiin padahal masih 15:40. Pas itu juga masih bareng orang Arab tadi. Saya langsung tanya petugas yang masih di ruangan, alhamdulillah bisa diproses dan saya dapet 1 lembar sisanya, dan diminta ambil 3 hari setelahnya. It means Friday. Kutanya bapak2 petugas, kalau diambil Sabtu bisa pak? Jawabnya, Sabtu libur mbaa...Busett dah, sama kaya kantor saya donk...

Benar2 perjuangan dah bikin paspor. Paspor online memang memudahkan dari segi pengisian data, tapi masih butuh bolak balik untuk ngurus di kantornya. Y U no tell me yang tentang surat keterangan bekerja untuk di luar domisili....hiks, ga enak ngribetin orang2 sekantor. Saya bisa siapin sebelumnya kalau memang itu persyaratannya. Kasian yang kantornya jauh mesti bolak balik. Jarak kantor saya dan Kanim Malang sekitar 2 jam. Gile dah....jangan kapok, Jumat balik lagi bro...!!! Tetap semangat!

Sunday, November 16, 2014

Tahu Gimbal, Kuliner Khas Semarang


Tahu gimbal merupakan salah satu kuliner khas Semarang. Sebenernya ini salah satu varian makanan yang berbumbu kacang/ sambel kacang. Namun ada beberapa bahan yang membuat makanan ini berasa khasnya, salah satunya adalah gimbal. Gimbal adalah udang yang dibuat seperti bakwan, jadi tepung terigu yang dicampur air (agak kental) terus dikasi udang di dalamnya. Bisa dibikin tebel tepungnya jadi seperti bakwan atau tipis tepungnya kaya gambar di bawah ini.


Bahan-bahan untuk bumbu kacangnya adalah bawang putih dikit aja, garam dikit, diuleg sama kacang tanah yang sudah digoreng, dikasi petis dan air rendaman asam jawa. Terus untuk penyajiannya, bahan-bahannya adalah :
- lontong
- tahu putih dipotong kotak2 kemudian digoreng terpisah
- gimbal digoreng, kemudian dipotong2,
- irisan kubis / kol
kemudian disiram dengan bumbu kacang tadi, diberi taburan daun seledri, dan diberi kecap di atasnya. This is it! :) Kalau kurang kenyang, bisa ditambah telur mata sapi sebagai lauk tambahan.

Kalau ribet bikin, ya beli aja di Semarang banyak, ada yang keliling atau warung2 di pinggir jalan. Biasanya kalau cari warung yang banyak penjual tahu gimbal itu di bunderan Taman KB Jl. Menteri Supeno, atau penjual keliling di kampung2 siang malem ada. Kalau saya sih beli di deket rumah aja, di Taman Plered Gedungbatu dekat Banjir Kanal Barat. Cukup 8000 rupiah bisa kenyang banget, karena porsi cowok, tapi antrenya ngga kuattt ;) 

Thursday, November 13, 2014

Tes CAT CPNS KLH 2014

Rasanya ngga sabar untuk nulis pengalaman saya tes CAT untuk CPNS KLH 2014 kemarin. Setelah verifikasi data, tahap selanjutnya adalah tes CAT (Computerized Assisted Test). Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti CAT. Sepertinya sama saja, cuma lebih terorganisir dengan fasilitas yang memadai di masing2 kantor BKD. Cuma bagi saya, soal TWK nya dapet yang susah bingit..damn :(

Persiapan itu penting :
1. Belajarrrrr itu wajib buat yang mau test (minimal 2 minggu sebelumnya)
2. Lihat persyaratan dalam mengikuti test : siapkan KTP dan kartu tes, pakai baju sopan, datang tepat waktu
3. Minta doa restu bapak ibu biar dimudahkan dalam mengerjakan soal

Lokasi tes paling dekat dengan Semarang adalah Yogyakarta, tepatnya di BKD di daerah Sleman (sebelum Terminal Jombor). Dengan nomor urut 78, saya dapet jadwalnya Kamis, 13 November 2014 jam 08:00 WIB, dengan paling lambat datang satu jam sebelum jadwal, kalau telat ngga boleh ikut tes. Mulailah perjalanan saya pulang ke Semarang naek Matarmaja yang tumben ngga on schedule banget, harusnya tiba 02:36 molor sampe 04:30 dan saya harus nyampe jam 07:00 di Jogja! Apa ngga ketar-ketir tuh..Untung bapak pembalap, saya nyampe sana jam 06:30, piuhhh masih sempet buat liat2 situasi sampe waktu registrasi. Jadi sebelum test CAT, kita harus registrasi sesuai dengan nomor urut yang ada di internet. Kemudian peserta digiring menuju ke depan ruang tes, untuk penitipa tas, hape, arloji (heran juga potensi arloji dalam kecurangan tes CAT apaan yak) dan sedikit briefing dari tim CAT BKD Jogja. 

Tes CAT ini durasinya 90 menit untuk mengerjakan 100 soal dimana terdiri dari 35 soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 30 soal Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 35 Tes Karakter Pribadi (TKP). Untuk TWK dan TIU skor jawaban yang benar adalah 5 kalau salah 0, sedangkan TKP tidak ada jawaban salah, hanya skornya 1-5. Kalau ngga salah masing2 punya passing grade, TWK 70, TIU 75, dan TKP 105. Jadi kalau ada salah satu yang ngga lulus passing grade, ya Anda ngga bisa lulus semuanya. 

TWK ini berisi wawasan tentang kebangsaan, dimana kita jumpai soal-soal seperti Pancasila, UUD 1945, sejarah dari jaman prasejarah, penjajahan, nasional, sampe jaman reformasi juga ada, kemudian SANRI (Sistem Administrasi Negara RI), sampai isu2 politik nasional maupun internasional. TIU berisi seperti tes dasar psikotes, ada sinonim, antonim, perbandingan kata, sampe paragraf, terus matematikanya ada deret hitung, matematika simpel, penalaran yang ada soal urut2an gitu yang bikin puyeng pala. Kalau TKP ini mencerminkan karakter Anda sendiri, dan paling gampang sih menurut saya. 

Masalahnya adalah, 90 menit untuk 100 soal itu mepet banget apalagi kalau kita dihadapkan itung2an yang njelimet terus TWK yang bahkan jawabannya aja ngga tau mana yang benar :p
Jadi ada triknya untuk me-manage waktu yang terbatas tersebut. Kerjakan soal yang mudah dulu, yang susah dilewati aja. Inget, sampai TKP tuntas ya. Baru kembali ke soal2 yang belum dikerjakan. Dan jangan pernah mengosongkan jawaban, ur lucky if ur answer is right. Sisa waktu akan selalu muncul, jadi jangan terlena dengan soal2 yang susah. 

Target skor saya yang 400 tidak tercapai cuma dapet 357, alhamdulillah...nyesel juga kurang belajarnya, tapi sumpe TWK itu isinya soal2 yang ngga pernah saya duga sebelumnya jadi jeblok banget TWK hampir nyentuh passing grade. 

Saturday, November 8, 2014

Spooky Story : Kosku

Sudah lama saya pengen posting tentang hal-hal yang serem di kos saya, eh tapi saya juga ngga bisa ngerasain sih. It was fine koq riwa riwi di kos tanpa ngrasain yang aneh2 kalo kita juga positive thinking. 

Beberapa bulan yang lalu, kedatangan temen kos sih, anak baru kuliah, tetangga/ sodara temen kosku yang lama yang sekarang juga masih ngekos disini. Jadi total yang kos itu 3 orang, saya, temen kos yang lama, yang terakhir sodara temen kosku. Nah, awal temen kosku yang baru ini dateng, kayaknya perhatiin betul tiap ruangan. Ya maklum pendatang baru sih..terus pas nanya2 kamu kenapa koq ngliatin gitu banget...nah lo...ternyata she has a capability of seeing what i can't see...whoaaa....

Terus ku tanyain makhluk apa aja yang ada di kos...i wonder,,ternyata macem2 pula..dari pocong, sampe anak kecil atau siapa lah...cowo cewe..setelah diceritain malah kadang jadi parno sendiri deh -__-"

Beberapa hari kemudian kita sempet debat tentang agama kita, Islam, dan pandangan makhluk lain tentang islam. Dari ceritanya, kayaknya makhluk lain itu lebih pinter daripada kita, eh, saya aja kali ya..harusnya manusia seperti saya malu..kenapa ga meluangkan waktu untuk memahami agama Islam yang rahmatan lil alamin.. dan yang membuat saya untuk menyadari hal di sini adalah, makhluk lain itu memang ada dan beberapa orang memang diberi kelebihan untuk melihat, mungkin mengendalikan, hal-hal yang berkaitan dengan dunia mereka. 

Dan seminggu yang lalu, sodaranya dateng ke kos, ternyata emang di keluarga besarnya dikasi kemampuan tersebut, dari yang tua sampe yang muda. Makhluk2 halus di kos sebagian besar sudah diminta untuk berpindah ke tempat lain, menyisakan makhluk yang memang diminta menjaga rumah ini. Well, to know that things is not what I want, and I am glad that I don't into this. Saya percaya mereka memang ada, selama saya ngga ganggu insya Allah saya juga tidak diganggu. Saya cukup tahu saja, jujur agak parno, dan bukankah manusia diciptakan untuk menyembah Allah? jadikan hal ini sebagai pelajaran..bahwa kita harus memahami agama lebih baik lagi, lebih beriman lagi..

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (Q.S. Al Ashr)

Sunday, October 26, 2014

Go to Medan

Medan, yup Medan, salah satu kota metropolitan di Indonesia yang alhamdulillah merupakan kota kedua di luar Jawa yang saya kunjungi. Bagi saya yang jarang banget keluar Jawa, pengalaman ke Medan itu sesuatu yang patut dikenang, dengan berbagai macam suku dan budaya penduduknya, dan bahasa, dan makanannya :) 


Pertama landing di Kuala Namu, was really something, the most sophisticated airport I ever been. Bandaran yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 ini selain bangunannya baru, fasilitas lengkap, juga dilengkapi dengan kereta yang langsung menuju pusat kota Medan, tepatnya di dekat Lapangan Merdeka. Selain kereta juga ada taksi2 di sekitar bandara, dan kalau ngga salah ada bisnya juga, cmiiw. Saya dan rekan kerja saya, Mas Syam, memilih kereta sebagai transportasi menuju kota Medan. Kereta ini berangkat ke Medan setiap jam. Jadwal dan tiketnya bisa dilihat di webnya railink http://www.railink.co.id/jadwal-kereta. Beberapa keuntungan kalau naik kereta ini antara lain, nyaman banget dengan fasilitas tempat duduk empuk, toilet bersih, juga ada tempat koper/tas dan pastinya cepat karena ngga bakal macet, Kualanamu-Medan 45 menit, Medan-Kualanamu 30 menit. Jadi kalau cari flight di antara jam 5 pagi sampe jam 9 malem di Kualanamu-nya. Naik taksi bisa lebih mahal kalau macet apalagi kalau malem banget ada biaya tambahan :p 



Railink Kualanamu

Saya dan mas Syam sudah janjian sama temen mas Syam, namanya Mas Koko asli Solo. Jadi kita dijemput pake pick up item buat jalan2 keliling Medan, seru yaaa...Nyampe di kota Medan, apalagi depan Lapangan Merdeka, rame banget dan keliatan kurang rapihnya kendaraan bermotor di sini. Di sini banyak becak motor, yang orang2 bilang, hanya Tuhan dan dia sendiri yang tahu kemana dia akan belok. Di Medan juga kelihatan banget pluralitas penduduknya, di mana terdapat berbagai suku dan etnis. Kalau sepintas sih, mayoritas masyarakat etnis Tionghoa, dan suku Batak. Jadi tempat ibadah seperti kelenteng, vihara, masjid, gereja banyak dijumpai. Untuk makanan, didominasi oleh masakan minang/padang serba 6000-7000 (untuk 1 lauk). Untuk berkomunikasi di sini, sapaan Mas di Jawa, Bang di Medan, Mbak di Jawa, Kak di Medan. 

Karena saya di Medan untuk perjalanan dinas, saya menginap di Swis Belinn Medan, dimana tempatnya nyelempit di ruko2 vintage kawasan pecinan (sepertinya sih gitu). Menurut saya, cari makanan halal di sekitar Medan itu agak susah, kecuali masakan padang lho ya...Akhirnya sama mas Koko diarahin ke APJ, Ayam Penyet Jakarta untuk makan siang, dan nasgor medan untuk makan malamnya. Mas Koko ini sepertinya pekerja keras banget, saking sibuknya jadi kurang refreshing. Seru juga nyasar2 di Medan ini, sampai beberapa kali muterin jam gede daerah mana tuh, hahaha..asik koq, Karena bingung sama jalan di Medan, alhamdulillah kita sempet ke Istana Maimun walaupun ga masuk karena udah tutup, lewat Masjid Raya yang letaknya deket banget ma Istana Maimun, beli pancake durian, beli oleh2, dan ke Medan Plaza hangout sama masyarakat Medan, yeeahh...AGM, Anak Gaul Medan men... :D

Istana Maimun

2nd day in Medan : hari buat kerja. Saya rasa masakan paling normal itu pas breakfast di hotel. Sumpah...lidah saya susah sekali beradaptasi dengan masakan2 yang ngga pernah/jarang saya makan. Kita dijemput sama Pak Sanjiv, staf marketing, asli India yang istrinya orang Pakistan. Kita dianterin ke tempat distributor, tempat kita nanti bertugas. Kemudian ngikutin jalur distribusi, mampir ke tempat customer and had lunch masakan minang yang murce banget lohh,,,,Sorenya ketemu dengan owner distributor terus dijamu di Rumah Koepi Wak Noer Jl. Uskup Agung, dimana salah satu pemiliknya ya owner distributor. Keren banget nih tempatnya, Sampingnya ada bakery Quiche Sam, dan sampingnya lagi ada Sam's bistro and lounge. Komplit dah kalau mau hangout sama temen2. Kita ngobrol2 bareng sama sang owner, dan teman2 lainnya, dan kesan saya adalah..ni orang visioner banget, smart, businessman sejati deh pokoknya. Saya ga heran kalau bapaknya sukses, orang idenya aja brilliant gitu. Lucky me bisa kenal bapaknya. 

Sam's Bistro and Lounge

Finally time to go home..lari2 dikit menuju kereta..terus muter2 geje di Kualanamu cari makan, akhirnya makan ayam kalasan juga..naik pesawat dan cuss pulang ke Surabaya terus ke Malang. 

Medan, 19-20 Oktober 2014